Memperoleh Job Terjemahan Tanpa Melamar

17 Nov

Pertanyaan yang paling sering dilayangkan kepada saya adalah, “Bagaimana caranya agar saya ditawari oleh penerbit tanpa perlu melamar atau ikut tes?” Ini wajar apabila penerjemah bersangkutan sudah pernah menghasilkan karya walaupun relatif belum banyak, atau sedikit gelisah karena buku yang dikerjakan belum juga terbit (namun kasus seperti ini sudah jarang terjadi). Toh, sejujurnya, saya merasa bingung dan tidak punya jawaban yang pas. Maka saya akan mencoba menerangkan sesuai pengalaman saja.

Walaupun penerjemah buku tidak sebanyak penulis, harus diakui bahwa keberadaan kita tidak semencorong penulis. Pasalnya, nama penerjemah dicantumkan di bagian dalam dan kadang sangat kecil. Bahkan saya pernah berbincang dengan seorang editor, bahwa seorang penulis kenamaan dari Belgia (dengan karya yang amat legendaris pula) memberlakukan syarat agar nama penerjemah dan editor edisi terjemahannya tidak dipampang di halaman dalam sekalipun. Jadi harus bagaimana?

Saran saya, aktiflah di jejaring sosial untuk perbukuan seperti Goodreads, Shelfari, Library Thing, dan lain-lain. Bukan dengan iktikad promosi belaka, namun di sana akan menambah wawasan kita mengenai buku dan adanya penerbit yang terus bertambah atau berekspansi genre. Susun rak karya yang rapi, dan bila sempat, bertandang ke akun para pembaca. Bukan tidak mungkin, di jejaring komunitas buku yang besar dan hidup ini, kita bertemu klien baru setelah diskusi panjang lebar mengenai suatu tren (misalnya).

Jika memiliki blog/akun Facebook/Twitter, hendaknya penerjemah menceritakan proses kreatif penggarapan sebuah karya, utamanya yang baru terbit. Tantangan/kesulitan yang kita alami, contoh-contoh kalimat yang menarik, akan memesona peminat buku dan menjadi kesempatan berbagi ilmu.  Sempatkan juga berkunjung ke blog sesama penerjemah atau terlibat pembahasan buku terjemahan.

Menurut beberapa orang di forum pemasaran dunia maya, pamor blog sudah turun karena ramainya jejaring sosial. Namun saya tidak sependapat. Faktanya, tidak semua penerjemah lepas senang aktif di jesos atau bahkan membuka akun di sana. Baru-baru ini, seorang rekan penerjemah yang jarang muncul di dunia maya menarik perhatian penerbit karena postingan blognya.

Sangat tidak dianjurkan: meminta penerjemah lain (terutama yang baru saja kita kenal) merekomendasikan kepada relasinya. Begitu pula langsung ‘menyodorkan diri’ kepada penerbit di kali pertama ‘bertemu’. Apabila karya kita memang terbukti sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan, kita tidak perlu bersusah payah untuk itu.

Pekerjaan adalah masalah rezeki, dan datangnya acap kali tidak diduga-duga. Contohnya, saya melamar dan ikut tes di sebuah penerbitan untuk posisi penyunting freelance, kemudian justru ditawari menerjemahkan. Tetapi memperoleh order tanpa melampaui tes bisa dikatakan sulit, dalam arti jarang sekali. Saya pribadi sampai hari ini masih menempuh tes, yang ada kalanya direspons cukup lama sampai penerbit memperoleh genre buku yang dinilai cocok untuk kapasitas saya.

Singkat kata, mari bekerja sebaik-baiknya. Banyak membaca, banyak belajar, supaya kemampuan meningkat dan klien dengan sendirinya ‘terjerat’.

12 Tanggapan to “Memperoleh Job Terjemahan Tanpa Melamar”

  1. bugot 20 Februari 2012 at 10:10 #

    makasih tipsnya mbak :)

  2. mela 10 Agustus 2012 at 09:35 #

    mbak, saya ingin sekali menjadi penerjemah buku kedokteran karena sesuai dengan profesi saya, apakah mbak punya tips dan saran bagaimana cara melamar ke penerbit?

  3. Dita Marina 16 Maret 2013 at 11:19 #

    Saya ingin sekali jadi translator karna cita2 saya sejak kecil, kalau mau jadi freelance translator untuk pemula gimana mbk?

  4. ipanleo 17 September 2013 at 17:37 #

    Reblogged this on translationtoyou and commented:
    Tulisan penting dibaca oleh para penerjemah!

Trackbacks/Pingbacks

  1. Memperoleh Job Terjemahan Tanpa Melamar | Web Sweet Web - 19 Februari 2011

    [...] Dari Catatan Penerjemahan [...]

  2. Sekadar berbagi: bagaimana aku bisa sampai menjadi penerjemah « My Pensieve - 30 September 2011

    [...] Memperoleh Job Terjemahan Tanpa Melamar [...]

  3. Awal Mula Melamar Menjadi Penerjemah Buku Lepas … | selviya.com - 11 Januari 2012

    [...] Rini Nurul Badariah [...]

  4. Tak Sengaja Menjadi Penerjemah « Kuliner, Gizi, dan Kesehatan - 13 Januari 2012

    [...] Mbak Rinubad di link ini [...]

  5. Sekadar Berbagi Pengalaman (2) | Dina's Pensieve - 29 Mei 2013

    […] Memperoleh Job Terjemahan Tanpa Melamar […]

  6. Order Terjemahan | Dina's Pensieve - 27 Juni 2013

    […] juga Memperoleh Job Terjemahan Tanpa Melamar. Ada yang mau menambahkan atau berbagi pengalaman tentang […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.017 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: