Tentang catatan ini

Saya seorang penerjemah otodidak, belum pernah belajar bahasa secara formal, kecuali di sekolah. Soal penerjemahan sendiri, saya belajar banyak dari praktik dan dari sesama penerjemah. Namun, kadang timbul keinginan untuk belajar secara formal, baik itu dari buku maupun artikel (mudah-mudahan juga bisa dari bangku  kuliah, suatu saat nanti).

Sayangnya, artikel tentang penerjemahan yang muncul di media massa biasanya membahas kesalahan terjemahan, yang umumnya terjadi karena si penerjemah tidak memahami bahasa sumber, dan sebenarnya bisa dihindari andai saja si penerjemah membuka kamus atau menguasai tata bahasa dalam bahasa sumber. Amat jarang saya menemukan tulisan yang dapat membantu seorang penerjemah yang sudah baik agar bisa lebih baik lagi.

Dengan pemikiran inilah, saya membuat catatan ini. Saya ingin mencatat hal-hal yang saya temui dalam proses penerjemahan, agar tidak terlupa. Sebagian besar isinya mungkin adalah hal-hal kecil, yang bertujuan bukan untuk mengoreksi kesalahan terjemahan elementer, melainkan untuk memoles terjemahan yang sudah benar agar menjadi lebih baik.

Saya juga mengajak para pengunjung untuk berpartisipasi dalam jurnal ini, mengomentari tulisan yang ada, bertukar pikiran ataupun mengungkapkan alternatif terjemahan untuk contoh-contoh yang ditayangkan di sini, atau bahkan menyumbangkan tulisan atau bertanya.

Semoga bermanfaat!