one step forward, two steps back

20 03 2009

“When I took one step forward, she took two steps back.” Kalimat ini dapat diterjemahkan menjadi, “Saat saya mengambil satu langkah ke depan, ia mengambil satu langkah ke belakang.” Namun, saya kira kalimat akan lebih hemat dan wajar jika diterjemahkan menjadi, “Saat saya maju selangkah, ia mundur dua langkah.”





brothers and sisters

18 12 2007

Penggambaran hubungan saudara kandung dalam bahasa Inggris dan Indonesia berbeda. Dalam bahasa Inggris, kata yang paling sering digunakan adalah brother dan sister, yang secara otomatis membedakan jenis kelamin. Jika usia perlu dibedakan, barulah ditambahkan kata older, younger, big, little, dan sebagainya. Sebaliknya, dalam bahasa Indonesia, kata yang paling sering digunakan adalah kakak dan adik, yang secara otomatis membedakan usia, dan baru ditambahkan lelaki atau perempuan jika jenis kelamin perlu dibedakan.

Secara maknawi, tidaklah keliru jika brother diterjemahkan menjadi saudara lelaki atau saudara, dan sister menjadi saudara perempuan atau saudari. Namun, penerjemahan seperti ini menimbulkan pergeseran penekanan, dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Kata yang tadinya digunakan secara wajar dalam bahasa sumber tanpa penekanan apa-apa, memperoleh penekanan jenis kelamin dalam bahasa sasaran. Selain itu, kewajarannya pun hilang.

Misalnya, seseorang bertanya kepada rekannya, siapa perempuan yang menjemputnya sepulang kerja kemarin. Yang ditanya menjawab, “That was my sister.” Kalimat ini bisa saja diterjemahkan, “Dia saudara perempuanku.” Namun, dalam percakapan bahasa Indonesia sehari-hari, tentu lebih wajar jika dia menjawab, “Dia adikku” atau “Dia kakakku.”

Dengan demikian, aku sendiri lebih suka menerjemahkan brother dan sister dengan kakak dan adik, dengan melihat konteks untuk mengetahui perbedaan usia orang-orang yang dirujuk dalam tulisan.

Contoh lain yang terkait:

  • Kalimat asal: How many brothers and sisters do you have?
  • Alternatif terjemahan: Kamu punya berapa kakak dan adik? Kamu berapa bersaudara? Kamu anak keberapa dari berapa bersaudara?




to write

12 11 2007

Salah satu makna “to write” adalah “to communicate in writing”. Contohnya, “I’ll write you every week while I’m away,” kata seorang ibu kepada anak-anaknya, saat hendak berangkat dinas ke luar kota selama enam bulan.

Naluri pertamaku, tentu saja, adalah menerjemahkan kalimat di atas sebagai “Ibu akan menulis kepada kalian setiap minggu.” Memang kalimat ini bisa dimengerti, tetapi aku merasa ada yang tidak sreg.

Mungkin lebih enak jika dijadikan “Nanti Ibu menulis surat buat kalian setiap minggu.” Atau, “menulis surat” juga bisa diganti dengan menyurati, atau bahkan mengirim surat atau berkirim surat. Tentu saja kata “surat” bisa diganti “email” atau hal lain, tergantung konteks.