never met an early morning willingly

19 Okt

A: He wore a dazed expression, probably because he’d never
met an early morning willingly.

T: Ia menampakkan ekspresi bingung, mungkin karena tidak pernah suka memulai hari begitu awal.

E: Ia menampakkan ekspresi bingung, mungkin karena tidak pernah suka beraktivitas sepagi itu.

kept in the dark

19 Okt

A: He’s going to find out somehow, and then he’s going to be extremely pissed that he was kept in the dark.

T: Dia pasti akan tahu juga entah bagaimana caranya, dan akan sangat murka karena dibiarkan dalam kegelapan.

E: Dia pasti akan tahu juga entah bagaimana caranya, dan akan sangat murka karena dibiarkan bertanya-tanya.

Makna idiom ini menurut TFDto not tell someone about something

Saya tidak menggunakan “tidak diberitahu” untuk menghindari pengulangan “tahu”.

it was that there are some

17 Okt

A: If he had learned anything in his life, it was that there are some who thrive on loneliness and take strength from it.

T: Jika ia belajar sesuatu dari hidupnya, hal itu adalah, ada beberapa orang yang tumbuh dalam kesendirian dan mengambil kekuatan darinya.

E: Yang dia pelajari dari hidupnya, ada orang tertentu yang tumbuh dalam kesendirian dan menjadi kuat karenanya. 

It might be missed

17 Okt

A: I took this one when they rode behind a hill. It might be missed, I do not know.

T: Aku mencuri seekor saat mereka berkuda ke belakang bukit. Mungkin mereka sudah menyadari kehilangannya, aku tak bisa memastikan.

E: Aku mencuri seekor saat mereka berkuda ke belakang bukit. Mungkin mereka sadar ada yang hilang, aku tak bisa memastikan.

I should have killed you

17 Okt

A: “I should have killed you when I saw the midwife open your hand.”

T: “Aku seharusnya membunuhmu saat aku melihat dukun beranak itu membuka tanganmu.”

E: ”Seharusnya kau kubunuh waktu kulihat dukun beranak itu membuka tanganmu.”

buried myself under my covers

14 Okt

A: I buried myself under my covers to die. 

T: Aku mengubur diriku di bawah selimutku untuk mati.

E: Kubenamkan diri di bawah selimut menanti maut.

Catatan: Kadang, diksi perlu lebih dipertajam untuk memperkuat suasana emosional dalam cerita.

a communion of the wrongs

14 Okt

A: As I laid each one on my tongue it was like a communion of the wrongs I felt were done against me. Never smart enough, never pretty enough, never athletic enough—never, ever enough.

T: Saat aku meletakkan setiap pil di lidahku, itu seperti komuni dari kejahatan yang kurasa dilakukan padaku. Tak pernah cukup pandai, tak pernah cukup cantik, tak pernah cukup atletis—tak pernah, tak akan pernah cukup.

E: Tiap kutaruh satu pil di lidah, seperti simbol ketidakadilan yang kujalani. Kurang pandai, kurang cantik, kurang atletis—selalu, selalu kurang.