where

13 Jun
  • Teks Inggris: He’s usually at home, where he lives with his friends.
  • Terjemahan awal: Dia biasanya ada di rumah, tempat dia tinggal bersama teman-temannya.
  • Suntingan: Dia biasanya ada di rumah, yang dihuninya bersama teman-temannya.

Catatan: kata “dihuni” juga bisa diganti dengan “ditinggali” atau “ditempati”.

offer

10 Mei
  • Inggris: You should offer them to join your group.
  • Terjemahan: Kau sebaiknya menawari mereka agar bergabung dengan kelompokmu.
  • Suntingan: Ajak mereka bergabung dengan kelompokmu.

ask if I might be allowed

1 Mei
  • Inggris: I asked if I might be allowed to take a picture of his house.
  • Terjemahan: Aku bertanya apakah aku boleh memotret rumahnya.
  • Suntingan: Aku meminta izin memotret rumahnya.

that we should

24 Apr
  • Inggris: I indicated that we should seek shelter from the rain under a tree.
  • Terjemahan: Aku berisyarat bahwa sebaiknya kami berteduh dari hujan di bawah pohon.
  • Suntingan: Aku berisyarat mengajaknya berteduh dari hujan di bawah pohon.

nothing and no one

17 Apr
  • Inggris: I’m stuck here with no one to talk to and nothing to think about.
  • Terjemahan: Aku terdampar di sini, tanpa orang yang diajak bicara dan tanpa hal untuk dipikirkan.
  • Suntingan: Aku terdampar di sini, tanpa teman berbincang dan tanpa bahan renungan.

as soon as

5 Apr

Inggris: I will go as soon as I possibly can.

Terjemahan: Aku akan pergi secepat yang mungkin kulakukan.

Suntingan: Aku akan pergi secepatnya.

Menerjemahkan Puisi Teka-Teki

14 Jan

Dalam novel yang sedang kuterjemahkan, terdapat puisi teka-teki berikut ini:

What can run but never walks,
Has a mouth but never talks,
Has a bed but never sleeps,
Has a head but never weeps?
(Answer: a river)

Puisi ini tidak bisa diterjemahkan secara harfiah karena mengandung permainan kata yang memiliki arti ganda, yaitu run (berlari/mengalir), mouth (mulut/muara), bed (tempat tidur/dasar sungai), head (kepala, hulu sungai). Kita tentu tidak bisa menerjemahkan keempat kata ini dengan memilih salah satu makna. Kita juga tidak bisa mencantumkan kedua makna (misalnya dengan diberi garis miring), karena unsur teka-tekinya hilang.

Jadi, bagaimana cara menerjemahkannya? Pertama-tama kita harus melihat konteks kemunculan teka-teki ini di dalam cerita. Di dalam novelnya, para tokohnya memang sedang saling melontarkan teka-teki, dan puisi yang satu ini dianggap sebagai contoh teka-teki yang bagus, karena permainan katanya mengecoh penjawab untuk berpikir ke satu arah, padahal jawabannya terletak di arah lain.

Maka, saya memutuskan saya harus mempertahankan unsur permainan kata, tetapi dengan kata-kata Indonesia yang bermakna ganda. Lalu, meskipun jawaban teka-teki tidak berkaitan dengan plot cerita, saya memutuskan untuk tetap membuat teka-teki yang jawabannya “sungai”, sekadar agar punya titik awal. Selain itu, saya juga ingin teka-teki terjemahan tetap berima seperti aslinya.

Setelah menetapkan strategi di atas, saya menerjemahkan puisi ini (dibantu suami) dengan cara berikut ini:

  1. Mencari kata-kata yang berkaitan dengan jawaban teka-teki, yaitu sungai. Misalnya: hulu, hilir, muara, mengalir.
  2. Di antara kata-kata yang terkumpul, pilih yang bisa bermakna ganda, misalnya: anak, cabang, kali.
  3. Membuat baris puisi dari kata-kata tersebut yang mengaitkannya dengan makna yang tidak berkaitan dengan sungai. Misalnya: Apa yang beranak, tapi tak berbapak? Yang bisa kali, tapi tak bisa bagi? Yang bercabang, tapi tak berdaun?
  4. Di antara baris puisi yang dibuat, memilih yang berima.

Setelah berkutat beberapa lama, dihasilkan terjemahan sebagai berikut:

Apa yang punya mata tapi tak berhidung,
Yang bisa kali tapi bukan juru hitung,
Yang punya cabang tapi tak berakar,
Yang bisa meliuk tapi bukan ular?

Lihat juga penerjemahan puisi teka-teki lain di sini, serta penerjemahan berbagai puisi di sini.