Menerjemahkan Puisi Teka-Teki

14 Jan

Dalam novel yang sedang kuterjemahkan, terdapat puisi teka-teki berikut ini:

What can run but never walks,
Has a mouth but never talks,
Has a bed but never sleeps,
Has a head but never weeps?
(Answer: a river)

Puisi ini tidak bisa diterjemahkan secara harfiah karena mengandung permainan kata yang memiliki arti ganda, yaitu run (berlari/mengalir), mouth (mulut/muara), bed (tempat tidur/dasar sungai), head (kepala, hulu sungai). Kita tentu tidak bisa menerjemahkan keempat kata ini dengan memilih salah satu makna. Kita juga tidak bisa mencantumkan kedua makna (misalnya dengan diberi garis miring), karena unsur teka-tekinya hilang. Selain itu, puisi yang berima umumnya harus diotak-atik agar terjemahannya berima pula.

Saya menerjemahkan puisi ini (dibantu suami) dengan cara berikut ini:

  1. Mencari kata-kata yang berkaitan dengan jawaban teka-teki, yaitu sungai. Misalnya: hulu, hilir, muara, mengalir.
  2. Di antara kata-kata yang terkumpul, pilih yang bisa bermakna ganda, misalnya: anak, cabang, kali, batanghari, terjun.
  3. Membuat baris puisi dari kata-kata tersebut yang mengaitkannya dengan makna yang tidak berkaitan dengan sungai. Misalnya: Apa yang beranak, tapi tak berbapak? Yang bisa kali, tapi tak bisa bagi? Yang bercabang, tapi tak berdaun?
  4. Di antara baris puisi yang dibuat, memilih yang berima.

Kalau dibaca tahap-tahap ini, kesannya mudah. Tetapi mencari kata dan merangkai baris puisi, membongkar pasang baris-barisnya kalau tidak pas… bisa makan waktu lama dan bikin otak keriting!

Setelah berkutat beberapa lama, dihasilkan terjemahan sebagai berikut:

Apa yang punya mata tapi tak berhidung,
Yang bisa kali tapi bukan juru hitung,
Yang punya cabang tapi tak berakar,
Yang bisa meliuk tapi bukan ular?

never met an early morning willingly

19 Okt

A: He wore a dazed expression, probably because he’d never
met an early morning willingly.

T: Ia menampakkan ekspresi bingung, mungkin karena tidak pernah suka memulai hari begitu awal.

E: Ia menampakkan ekspresi bingung, mungkin karena tidak pernah suka beraktivitas sepagi itu.

kept in the dark

19 Okt

A: He’s going to find out somehow, and then he’s going to be extremely pissed that he was kept in the dark.

T: Dia pasti akan tahu juga entah bagaimana caranya, dan akan sangat murka karena dibiarkan dalam kegelapan.

E: Dia pasti akan tahu juga entah bagaimana caranya, dan akan sangat murka karena dibiarkan bertanya-tanya.

Makna idiom ini menurut TFDto not tell someone about something

Saya tidak menggunakan “tidak diberitahu” untuk menghindari pengulangan “tahu”.

it was that there are some

17 Okt

A: If he had learned anything in his life, it was that there are some who thrive on loneliness and take strength from it.

T: Jika ia belajar sesuatu dari hidupnya, hal itu adalah, ada beberapa orang yang tumbuh dalam kesendirian dan mengambil kekuatan darinya.

E: Yang dia pelajari dari hidupnya, ada orang tertentu yang tumbuh dalam kesendirian dan menjadi kuat karenanya. 

It might be missed

17 Okt

A: I took this one when they rode behind a hill. It might be missed, I do not know.

T: Aku mencuri seekor saat mereka berkuda ke belakang bukit. Mungkin mereka sudah menyadari kehilangannya, aku tak bisa memastikan.

E: Aku mencuri seekor saat mereka berkuda ke belakang bukit. Mungkin mereka sadar ada yang hilang, aku tak bisa memastikan.

I should have killed you

17 Okt

A: “I should have killed you when I saw the midwife open your hand.”

T: “Aku seharusnya membunuhmu saat aku melihat dukun beranak itu membuka tanganmu.”

E: ”Seharusnya kau kubunuh waktu kulihat dukun beranak itu membuka tanganmu.”

buried myself under my covers

14 Okt

A: I buried myself under my covers to die. 

T: Aku mengubur diriku di bawah selimutku untuk mati.

E: Kubenamkan diri di bawah selimut menanti maut.

Catatan: Kadang, diksi perlu lebih dipertajam untuk memperkuat suasana emosional dalam cerita.