Keep the door open

10 Agu

Ada dua alternatif menerjemahkan kalimat ini.

1. Biarkan pintu terbuka
2. Jangan tutup pintunya

Alternatif dapat dipilih dengan melihat konteksnya.

5 Tanggapan to “Keep the door open”

  1. Femmy Syahrani 10 Agustus 2010 pada 21:23 #

    Alternatif pertama lebih dekat dengan versi aslinya. Kalau menurut Rini, apa keunggulan alternatif kedua dibandingkan yang pertama?

    • Rini Nurul Badariah 11 Agustus 2010 pada 09:54 #

      Aku mengandalkan rasa, Fem.
      Di sini, konteksnya tentang anak yang takut gelap. Sebenarnya makna alternatif kedua lebih ‘keras’ dan kena, ya..sebagai trik mengatasi itu, tapi karena aku sendiri takut gelap dan menjadikan itu sebagai tolok ukur..maka kupilih yang pertama:D

      Memang tidak ada benar-salah ya, dalam terjemahan..:)

      • Femmy Syahrani 11 Agustus 2010 pada 12:50 #

        Iya🙂 Semuanya tergantung konteks, dan kita memilih alternatif yang paling sesuai dengan setiap konteks.

  2. sebamban 10 Agustus 2010 pada 21:30 #

    wah saya ga ngerti bahasa indonesia,mana yg benar

    • Femmy Syahrani 10 Agustus 2010 pada 21:36 #

      Dua-duanya benar kok, bisa dipakai sebagai alternatif terjemahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: