Puisi, Lagu, dan Penerjemah ‘Pengkhianat’ [2]

17 Agu

Saya sudah mulai memutuskan untuk ‘tidak setia’ sejak diserahi kepercayaan menerjemahkan seri Asyiknya Menulis [How to Write] oleh Penerbit Tiga Serangkai.

Sependek ingatan saya yang kurang baik, yang digarap lebih dahulu adalah How to Write Stories-nya Celia Warren. Di halaman 6, terdapat kalimat: “Floppy poppy! Well, blow me down!” Berdasarkan novel The Wonderful Wizard of Oz, poppy adalah bunga yang mengandung bius. Saya mengambil intisari makna ‘blow‘ yang mengingatkan pada angin. Maka dengan terjun bebas, saya terjemahkan: “Lemah lunglai, angin pun membelai.”

Tentu saja, ‘tugas’ mengenai rima yang sejati berada di buku How to Write Poems-nya Wes Magee. Ambil contoh di halaman 9, dalam pembahasan Rima dan Ritme:

On Monday, sun in cloudless skies,
I’m wearing shades to shield my eyes.

Refleks, saya menoleh ke luar jendela. Langit tanpa awan..langit yang cerah..lalu mataharinya..? Jadilah:

Pada hari Senin, matahari bersinar terik.

Kemudian bagaimana mengubah makna harfiah kalimat kedua supaya ritmis? ‘Pengkhianatan’ kembali terjadi.

Ingin bermain, rasanya kurang asyik.

Di halaman 12, muncullah topik puisi jenaka.  Saya mencoba memahami puisi aslinya:

Here lies
Acker Abercrombie,
crazy name,
crazy zombie.
Slight scary,
rather rude,
he walks at midnight
in the nude.

Apakah ini lucu? Menurut saya tidak. Polanya pun ‘diobrak-abrik’ sebagai berikut:

Inilah makam
Sam Kelam,
Nama aneh,
nama seram.
Membuat ngeri,
wajahnya suram.
Ia berjalan
malam hari,
hanya pakai
baju dalam.

Sudah barang tentu, ‘pakai baju dalam’ lebih pas untuk konsumsi anak-anak daripada ‘telanjang’.

Di halaman 13, puisinya tidak kalah asing yakni clerihew. Empat baris, berima, mengetengahkan seseorang, dan bermuatan humor. Teks aslinya :

Mrs. Cynthia Splat
owned a black dan white cat
They flew through the air
on a jet-propelled chair!

Rima dua bait pertama tidak saya patuhi benar, karena mementingkan adaptasi nama Cynthia menjadi ‘Sinta’. Hasilnya:

Ibu Sinta Ayu
Punya kucing hitam dan kelabu
Mereka melambung ke udara
Naik kursi pengembara

2 Tanggapan to “Puisi, Lagu, dan Penerjemah ‘Pengkhianat’ [2]”

  1. Elfan Nofiari 28 September 2011 pada 14:25 #

    Hari Senin, matahari bersinar terang
    Silau mataku jika menerawang

  2. lainhalnya 19 Februari 2014 pada 09:30 #

    Licentia Poetica yak?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: