‘Deh’, ‘Sih’, dan ‘Dong’

21 Agu

Ketika menerjemahkan Pollyanna dengan menyisipkan ‘deh’, ‘sih’, dan ‘dong’ sebagai beberapa kata tidak baku dalam dialognya, ada beberapa pembaca yang kurang sepakat. Menurut mereka, hal itu terasa kurang pas dengan konteks dan latar cerita yang bernuansa klasik.

Satu hal yang menjadi dasar argumen saya adalah genre buku ini sebagai bacaan anak. Biasanya anak-anak kesulitan atau jatuh bosan jika membaca dialog yang terlalu formal [walaupun bukan berarti berbahasa sangat gaul]. Saya pribadi sempat mengantuk membaca satu-dua buku klasik yang menjadi bahan riset ketika mengerjakan terjemahan ini. Kebanyakan ujaran ini berasal dari you know, yang rasanya janggal jika diterjemahkan ‘kau tahu’.

Bagaimana dengan pembaca yang tidak sepakat tadi? Tidak masalah. Setiap masukan ditampung, namun penerjemah memiliki kewenangan untuk memutuskan alih budaya yang diterapkan.

2 Tanggapan to “‘Deh’, ‘Sih’, dan ‘Dong’”

  1. sari 6 Desember 2013 pada 12:30 #

    You know, jika diterjemahkan secara lebih akrab “tahu enggak sih”…..bolehkah seperti itu? Karena yg terbayang oleh saya kata “enggak” bukan kata baku…tp terdengar lbih santai.

    • Femmy Syahrani 6 Desember 2013 pada 21:27 #

      Menurut saya, boleh-boleh saja, asal cocok dengan konteksnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: