Dialek Yorkshire yang Aduhai

24 Agu

Menerjemahkan buku klasik tidak lepas dari dialek yang membuat pusing, kendati sejumlah rujukan semisal kamus online ini telah tersedia. Berdasarkan konsultasi dengan beberapa penerjemah senior dan editor, saya tidak sampai hati [atau belum?] mengalihbahasakan aksen-aksen unik ini ke dalam dialek Betawi atau Jawa, misalnya. Berikut beberapa contoh dari novel Pollyanna.

“I was only keepin’ on with my work ’cause you specially told me this mornin’ ter hurry with my dishes, ye know.”

ter = to

ye = you

“Saya meneruskan pekerjaan hanya karena Anda mengatakan pagi ini cucian harus cepat selesai.”

“Did you know a little girl was comin’ here ter live with Miss Polly?”

“Tahukah Anda seorang gadis kecil akan datang untuk tinggal di sini dengan Miss Polly?”

“Go on with yer jokin’,” scoffed unbelieving Tom. “Why don’t ye tell me

the sun is a-goin’ ter set in the east ter-morrer?”

ter-morrer = tomorrow

“Bercanda ya,” dengus Tom tak percaya. “Kenapa tidak sekalian bilang matahari akan terbenam di timur besok?”

“Why, Nancy, it must be Miss Jennie’s little gal. Glory be ter praise! ter think of my old eyes a-seein’ this!”

“Nah, Nancy, dia pasti anak Miss Jennie. Luar biasa! Tak kusangka setua ini aku akan melihatnya!”

6 Tanggapan to “Dialek Yorkshire yang Aduhai”

  1. lina 31 Mei 2012 pada 11:39 #

    Mau tanya…kalau diterjemahkan begitu, bukannya ‘kesan’ dialeknya jadi hilang ya?? “pesan tersirat” dari penggunaan dialek itu jg jadi ndak terbaca. Pesan yang ingin ditampilkan pengarang kalau yg mengucapkan dialek tsb adalah orang kulit hitam g berasal dari lingkungan tertentu, misalnya.

  2. Rini Nurul Badariah 1 Juni 2012 pada 10:05 #

    Sejauh ini, hanya itu jalan keluar yang saya punya. Menurut Anda seharusnya bagaimana?

  3. Femmy Syahrani 1 Juni 2012 pada 10:06 #

    Saya pribadi belum menemukan cara menerjemahkan dialek yang tepat. Ada teori yang menyatakan, dialek bisa dialihkan menjadi dialek lagi. Misalnya, menjadi dialek Jakarta. Tapi sampai saat ini saya belum sreg melakukannya. Aneh rasanya ada dialek lokal Indonesia di lokasi luar negeri.

    Dialek yang mencerminkan kelas sosial juga sama susahnya bagi saya. Untuk mencerminkan bahwa seorang tokoh tidak berpendidikan, misalnya, saya harus tahu dulu cara bicara orang Indonesia yang tidak berpendidikan itu seperti apa, tapi saya belum berhasil menemukan polanya. Gaya bahasa Indonesia yang saya kenal hanya bahasa formal dan bahasa sehari-hari (bahasa gaul), yang semuanya tidak mencerminkan tingkat pendidikan seseorang.

    Jadi, ya, selama ini terpaksa kesan dialek itu hilang dalam hasil terjemahan.

  4. Ry Shafa 6 Juni 2012 pada 20:09 #

    sangat membantu sekali…salam kenal..

  5. Erna Kristianti 13 Januari 2014 pada 16:31 #

    mba, ada ga novel dengan dialek black american yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia?

    • Femmy Syahrani 26 Januari 2014 pada 23:46 #

      Salah satu yang saya tahu, novel The Help karya Kathryn Stockett.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: