anything but

16 Des

Hannah and I haven’t done anything but put babies to bed at night and take them up in the morning for years and years.

Terjemahan awal

Selama bertahun-tahun Hannah dan aku tak pernah berbuat apa-apa kecuali menidurkan bayi di malam hari dan membangunkan mereka di pagi hari.

Terjemahan final

Selama bertahun-tahun Hannah dan aku hanya menidurkan bayi di malam hari dan membangunkan mereka di pagi hari.

6 Tanggapan to “anything but”

  1. Slamat P Sinambela 16 Desember 2010 pada 09:47 #

    hehe, kadang aku juga bingung ketemu anything but ini. thanks ya Teh sudah berbagi.

    • Rini Nurul Badariah 16 Desember 2010 pada 10:42 #

      Sama-sama, Bro. Semoga membantu, dan terima kasih sudah berkunjung:)

  2. Kalemia 28 Januari 2011 pada 23:54 #

    Halo, mau tanya sedikit tentang anything but, kalau diterjemahkan menjadi “hanya” bukannya nuansanya menjadi hilang ya? Tanpa bermaksud sok tahu, tapi terjemahan “tidak melakukan apa-aoa, kecuali” sepertinya lebih sesuai nuansanya karena si pengarang menggunakan “anything but” dan bukan “only”? Mohon pencerahannya, kaena saya sering sekali bingung dengan ini. Terima kasih. ..

    • Rini Nurul Badariah 29 Januari 2011 pada 08:16 #

      ‘Tidak melakukan apa-apa, kecuali’ tidak keliru, tapi saya menggunakan ‘hanya’ untuk mencairkan kalimat agar lebih wajar dalam bahasa Indonesia sebab idealnya, hasil terjemahan tidak terasa sebagai terjemahan. Terima kasih kembali.

    • Femmy Syahrani 29 Januari 2011 pada 10:58 #

      Saya setuju dengan Rini. Pola kalimat “anything but” ini setahu saya bukan pola kalimat yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia. Mari kita coba bayangkan, sebenarnya seberapa sering kita menggunakan pola kalimat seperti ini dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, adakah pemuda yang menyatakan cinta kepada pacarnya dengan kalimat, “Aku ngga sayang sama siapa-siapa, kecuali kamu.” (I don’t love anybody but you.) Kayaknya sih jarang ya.

      Ungkapan “anything but” sebenarnya kan bertujuan memberi penekanan pada klausa yang ada di belakang kata “but” itu. Menurut saya, penekanan ini yang perlu kita sampaikan dalam terjemahan, bukan makna “anything but” itu sendiri ataupun pola kalimatnya yang seperti itu. Kita perlu mencari cara bahasa Indonesia mengungkapkan penekanan seperti itu (termasuk penggunaan kata “hanya” seperti yang dilakukan Rini).

      * Aku cuma sayang kamu.
      * Aku sayang hanya kamu.
      * Cuma kamu yang kusayangi. (frasa yang diberi tekanan dipindahkan ke awal kalimat)
      * Cuma kamu seorang yang kusayangi.
      * Kamu satu-satunya orang yang kusayangi.
      (silakan ditambah lagi)

  3. Kalemia 1 Februari 2011 pada 13:04 #

    Ho,, Oke. Terima kasih banyak atas penjelasannya (*⌒▽⌒*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: