even if

27 Feb

Teks Inggris:
Even if we sell everything we have, we still don’t have enough money to buy that house.

Sering kulihat diterjemahkan sebagai:
Bahkan jika semua barang kita jual, uangnya masih belum cukup untuk membeli rumah itu.

Yang lebih kusukai:
Sekalipun semua barang kita jual, uangnya masih belum cukup untuk membeli rumah itu.

8 Tanggapan to “even if”

  1. pdchusfani 27 Februari 2011 pada 09:44 #

    Aku lebih sering pakai “Meski semua barang kita jual…” karena kesannya lebih conversational, hehe. Tapi kadang2 untuk kalimat penegasan yg kuat, aku balik jadi “Uangnya masih belum cukup untuk membeli rumah itu, bahkan jika semua barang kita jual.” Jadi ‘bahkan jika’ dibuat sebagai penekanan, tergantung situasi dalam cerita.

    • Femmy Syahrani 27 Februari 2011 pada 09:59 #

      Mbak Pop, aku merasa “bahkan jika” tuh terjemahan yang terlalu harfiah. Apakah ada orang Indonesia yang menggunakan paduan dua kata itu, di luar bahasa terjemahan? Atau sebelum frasa ini “dipopulerkan” oleh tulisan terjemahan?

      • pdchusfani 27 Februari 2011 pada 10:08 #

        Sori maksudku ‘bahkan kalau’, hehe. Penggunaan ‘jika’ menurutku hanya cocok untuk gaya bahasa formal atau narasi, bukan dialog. Atau, tergantung siapa yg bicara. Aku sih merasa frasa ini bukan dipopulerkan sama bahasa terjemahan, tapi justru dari dituntutnya berbahasa tulisan dengan formal dari zaman sekolah. Aku lebih suka yg informal kalau menerjemahkan dialog, tapi kadang2 tuntutan naskah bikin aku terpaksa pakai bahasa formal.

      • Femmy Syahrani 27 Februari 2011 pada 10:15 #

        Oh, aku setuju bahwa “bahkan kalau” memang terasa lebih wajar daripada “bahkan jika”.

  2. Rini Nurul Badariah 27 Februari 2011 pada 10:27 #

    Kalau hanya ‘walaupun’, terlalu sederhana dan hilang penekanannyakah?

    • Femmy Syahrani 27 Februari 2011 pada 10:36 #

      Menurutku sih, begitu, Rin.

      • pdchusfani 27 Februari 2011 pada 11:12 #

        Menurutku juga begitu, makanya tergantung situasi. Kalo dialog diucapkan dengan lemas, bisa pakai ‘walaupun’, kalo informasi aja, pakai ‘meski’. Tapi untuk penegasan (dialog yg diucapkan sedikit pake urat), aku biasa pakai ‘bahkan kalau’.

  3. Femmy Syahrani 27 Februari 2011 pada 12:08 #

    Oh iya. Kalau tidak pakai “sekalipun”, kata “kalaupun” juga cocok, menurutku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: