Info pendek mendahului info panjang

1 Mar

Acap kali kita membaca tulisan asli atau terjemahan yang membuat kita tertegun sejenak karena berantakannya susunan informasi yang harus dicerna. Keberantakan ini antara lain diakibatkan oleh kurang cermatnya penulis atau penerjemah menyusun urutan informasi. Kiat perbaikannya sederhana sekali. Dahulukan info pendek, alih-alih info panjang. Contohnya sebagai berikut ini.

Kalimat awal:

Lembaga tertentu, sering disebut ‘bank gen,’ menyimpan koleksi berbagai spesies yang terdiri atas spesies liar, spesies yang telah didomestikasi, dan plasma nutfah lain dalam jumlah besar dengan sangat baik.

Perbaikan:

Lembaga tertentu, sering disebut ‘bank gen,’ dengan sangat baik menyimpan koleksi berbagai spesies yang terdiri atas spesies liar, spesies yang telah didomestikasi, dan plasma nutfah lain dalam jumlah besar.

 

Kalimat awal:

Uraian singkat tentang keuntungan tanaman sayuran sebagai obat, tipe dan fungsi racun yang terkandung di dalamnya, dan pengaruhnya terhadap tubuh manusia disampaikan pada bagian berikut ini.

Perbaikan:

Pada bagian berikut ini disampaikan uraian singkat tentang keuntungan tanaman sayuran sebagai obat, tipe dan fungsi racun yang terkandung di dalamnya, dan pengaruhnya terhadap tubuh manusia.

 

Kalimat awal:

Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, peralatan WWR yang dapat mengukur kandungan uap air sepanjang lintasan sinyal dapat digunakan.

Perbaikan:

Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, dapat digunakan peralatan WWR yang dapat mengukur kandungan uap air sepanjang lintasan sinyal.

 

Kalimat awal:

Gagasan untuk merancang dan memproduksi penerima AM/FM yang ekonomis sehingga terbeli oleh konsumen dan menguntungkan perusahaan diperkenalkan kepada para insinyur perusahaan.

Perbaikan:

Kepada para insinyur perusahaan diperkenalkan gagasan untuk merancang dan memproduksi penerima AM/FM yang ekonomis sehingga terbeli oleh konsumen dan menguntungkan perusahaan.

7 Tanggapan to “Info pendek mendahului info panjang”

  1. Femmy Syahrani 1 Maret 2011 pada 20:53 #

    Asyiiik… Mama udah mulai nulis…🙂

  2. indria salim 17 Juni 2011 pada 09:35 #

    Senang sempat mengunjungi blog ini. Bagus dan membantu peningkatan kemampuan menerjemah saya .. Terimakasih sudah berbagi ilmu para kontributor yang budiman🙂

  3. عطرة 4 Juli 2011 pada 02:43 #

    Nifi, terima kasih banyak buat ilmu baru ini.

    Ngomong-ngomong, saya penasaran dengan pola Predikat-Subjek untuk kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.

    Kalau dari contoh di atas:

    “Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, dapat digunakan peralatan WWR yang dapat mengukur kandungan uap air sepanjang lintasan sinyal.”

    Berarti, predikat boleh diletakkan di depan subjek? Kalau untuk diterapkan kalimat aktif, aturan ini juga bisa berlaku?

    Makasih, Nifi …

    • Femmy Syahrani 16 November 2013 pada 11:19 #

      Predikat boleh diletakkan di depan subjek. Pola kalimat seperti ini disebut kalimat inversi. Soal kalimat aktif, mungkin perlu contohnya, supaya pembahasannya lebih enak.

  4. Nurkaib 16 November 2013 pada 10:19 #

    Artikel yang sangat membantu. Terima kasih, Bu Sofia. Salam kenal.

  5. Annisa Nuriowandari 5 Juli 2015 pada 18:36 #

    Terima kasih artikelnya. Saya masih ragu-ragu untuk mengubah pola kalimat kalau menemukan naskah asli yang informasinya kurang runut karena belum tahu apa itu memang gaya dalam bahasa Inggris atau penulisnya yang khilaf.

    • Femmy Syahrani 6 Juli 2015 pada 10:23 #

      Kita memang harus banyak membaca agar mengenal berbagai gaya dalam bahasa Inggris, juga berbagai idiom. Jadi, saat menerjemahkan, kita bisa mendeteksi apakah sesuatu itu gaya/idiom umum dalam bahasa Inggris yang bisa dirombak agar sesuai dengan gaya bahasa Indonesia, atau gaya/idiom khas penulis yang sebaiknya dipertahankan, atau malah kekhilafan penulis yang perlu dibenahi dalam terjemahannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: