I didn’t know

2 Mar

“I didn’t know” adalah kalimat past tense, yang berarti ketidaktahuan si pembicara terjadi di masa lampau. Bagaimana cara mengungkapkan kelampauan ini dalam terjemahan?

Dalam banyak kasus, konteksnya sendiri sudah menunjukkan kelampauan ini, atau ada kata keterangan waktu yang menunjukkan waktu kejadian, misalnya, “I didn’t know she wasn’t at home, so I went to her place to return her books.” Atau, “Yesterday I didn’t know anything about origami, but now, after just one lesson, I can make a paper bird from one sheet of paper.” Untuk kasus seperti ini, terjemahan “saya tidak tahu” sudah cukup.

Namun, dalam beberapa kasus, harus ditekankan bahwa ketidaktahuan si pembicara terjadi di masa lampau, bukan masa kini. Terjemahan “saya tidak tahu” kadang tidak cukup. Dalam kasus seperti itu, saya suka menerjemahkannya sebagai “saya baru tahu”.

Misalnya, seseorang melihat temannya bermain piano di pesta, lalu berkata, “Hey, I didn’t know you played the piano.” Ini bisa diterjemahkan menjadi, “Eh, aku baru tahu kamu bisa main piano.” Kalau diterjemahkan menjadi “Aku tidak tahu kamu bisa main piano”, menurut saya kalimatnya aneh. Jelas-jelas dia melihat temannya bermain piano, kok masih tidak tahu juga?🙂

Contoh lain, seorang ibu ditanyai polisi tentang anaknya yang hilang berkata, “I didn’t know he was gone until this morning when I went to his room to wake him up.” Ini bisa diterjemahkan menjadi, “Saya baru tahu tadi pagi bahwa dia hilang, sewaktu saya ke kamarnya untuk membangunkannya.”

5 Tanggapan to “I didn’t know”

  1. Dina Begum 2 Maret 2011 pada 08:31 #

    tuingngng….
    *buru-buru meriksa terjemahan*
    Did I get it right?
    Hehehe… Kadang pas nerjemahin engga merhatiin, langsung aja pakai istilah yang pantas diucapkan oleh orang yang berbahasa Indonesia – jadi engga selalu plek-plek-sek sesuai dengan kata-kata aslinya. Yang penging maknanya sama.

    • Femmy Syahrani 2 Maret 2011 pada 13:36 #

      Kalau bisa langsung pakai istilah yang wajar, malah bagus tuh.

  2. esti 2 Maret 2011 pada 08:38 #

    oh, seperti juga ini:
    “She is a good mother.”
    “Was. You mean she was a good mother.”
    “She’s gone?”
    “Yes, breast cancer took her.”

    tolong dibahas ya mbak femmy. makasih

Trackbacks/Pingbacks

  1. was « Catatan Penerjemahan - 7 Maret 2011

    […] I didn’t know […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: