Pengganti ‘alih-alih’

22 Mar

Beberapa waktu lalu, Mbak Esti pernah membahas ‘alih-alih’ yang terasa kurang sedap didengar atau dibaca. Saya merenung cukup lama karena sering juga menggunakan kata tersebut, namun belum memperoleh padanan yang lebih pas.

Kadang, saya ‘terpaksa’ menggunakan kata ‘bukannya’. Contoh:

Ia datang untuk makan, alih-alih berbicara denganku.

menjadi

Ia datang untuk makan, bukannya berbicara denganku.

Pengganti lainnya, yang sempat saya temukan di beberapa buku, adalah ‘daripada’. Contoh:

Ia terlihat pucat alih-alih bergembira.

menjadi

Ia terlihat pucat daripada bergembira.

Saya kurang puas dengan padanan ini, kemudian menemukan kalimat lain dalam buku Kabul Beauty School hal. 111

Jadi, sebagai ganti terbang ke Kabul, akhirnya aku terbang ke New York untuk mengikuti pelatihan khusus selama seminggu mengenai penerapan make-up di M.A.C Cosmetics yang telah menyumbangkan produk-produk make-up senilai sekitar tiga puluh ribu dolar ke sekolah ini.

Hati kecil saya mengatakan dalam teks aslinya, ‘sebagai ganti’ dapat diartikan ‘alih-alih’

13 Tanggapan to “Pengganti ‘alih-alih’”

  1. Ma Sang Ji 22 Maret 2011 pada 12:30 #

    Bagi kami, “alih-alih” itu lebih sedap daripada pengganti2nya. Jadi, tak perlu diganti.

    • Femmy Syahrani 22 Maret 2011 pada 12:44 #

      Kalau merasa sreg dengan “alih-alih”, memang tidak perlu diganti kok. Masalah selera saja.

  2. Uci 22 Maret 2011 pada 13:49 #

    Kalau boleh tahu, mengapa menurut Mbak Esti alih-alih kurang sedap dibaca? Saya cukup sering pakai soalnya🙂

    • Rini Nurul Badariah 22 Maret 2011 pada 14:18 #

      Soal itu Mbak Esti yang bisa jawab, Ci.
      Tapi kalau Mas Agus meriksa terjemahanku, dia juga sering mengganti ‘alih-alih’ ini, minimal supaya tidak terlalu banyak. Katanya kadang rancu dan bisa membingungkan pembaca, terkesan mengandung makna setara padahal bertolak belakang.
      Contoh:
      Ia memilih makan nasi tanpa lauk alih-alih makan mi instan.
      Alih-alih di sini adalah pilihan, tapi bisa saja pembaca menduga melakukan dua-duanya. Lebih tegas kalau menggunakan ‘bukannya’ atau ‘daripada’.:)

  3. Andini Rizky 22 Maret 2011 pada 14:46 #

    Andaikan ada editor yang menerbitkan ‘pedoman menerjemahkan yang disukai editor’… mungkin laris😉

    • Femmy Syahrani 22 Maret 2011 pada 15:07 #

      Hehehe… Tapi selera editor beda-beda, jadi agak susah bikin pedoman. Dulu, waktu saya masih hobi membandingkan buku jadi dan hasil terjemahan, kelihatan bahwa perlakuan editor pada terjemahanku beda-beda. Ada yang terjemahanku hampir persis sama, hanya diubah sedikit, ada juga yang editornya hobi mengubah kalimat sana-sini sesuai dengan seleranya (bukan mengoreksi makna). Mungkin kalau selera bahasanya mirip-mirip, editor ngga merasa perlu memuluskan terjemahan. Kalau seleranya berbeda, ya spidol merah pasti beraksi.

    • Dhani Kiwil Thomas 7 Mei 2014 pada 09:27 #

      Saya terkadang sempat bingung juga klo ketemu kalimat yang menggunakan kata alih-alih didalamnya…menurut saya terlalu banyak padanan kata dari alih-alih ini, sehingga kadang2 membuat pembaca bingung dan berpikir dua kali untuk menterjemahkan maksud kalimat tersebut.
      contoh :
      1. ALIH-ALIH membuat gol, persib malah kebobolan = KIRANYA membuat gol,
      persib malah kebobolan
      2. Ia datang untuk makan, ALIH-ALIH berbicara denganku, = Ia datang untuk makan
      BUKANNYA berbicara denganku
      3. Ia terlihat pucat ALIH-ALIH bergembira = ia terlihat pucat DARIPADA bergembira.
      4. dll..

      saya jadi berpikir kalo misalnya tiga kalimat tersebut diatas ada dalam satu bacaan / cerita…, bagi anak SD atau SMP bahkan SMA sekalipun akan merasa tersiksa bila menemui kata alih-alih digunakan dalam tiga kalimat tersebut. Ini akan sangat berbeda jika kata alih-alih tersebut diganti dengan padanan katanya yang pas.
      Bisa dibayangkan apabila ada lebih dari tiga kata alih-alih dengan makna yang berbeda dalam satu bacaan..?x!x=…..

  4. esti 22 Maret 2011 pada 16:04 #

    hihihi… hadir ^_^
    bukannya saya alergi pada alih-alih. Tetapi kalau terlalu sering digunakan dalam sebuah naskah, rasanya jadi kurang enak (menurutku).
    Jadi, janganlah selalu menerjemahkan instead of dengan alih-alih🙂
    Kalau dibongkar-bongkar banyak kok padanannya. Aku sih lebih ke variasi diksi saja🙂

    demikian harap maklum🙂

  5. dimas nur 12 September 2012 pada 18:25 #

    KBBI : alih-alih p 1 dng tidak disangka-sangka; 2 kiranya: disangkanya sudah pergi, — masih tidur

  6. Cobalt Blue 5 Juli 2015 pada 12:05 #

    Haha, saya malah dikritik bukan sama editor, tapi dosen pembimbing skripsi. Sebetulnya pemakaian kata itu sendiri juga tidak terlampau sering, tapi mungkin dosennya jarang mendengar kata ‘alih-alih’.

    “Ini apa maksudnya ‘alih-alih’?” begitu katanya.
    Padanan kata lain saya rasa justru kurang cocok karena yang saya kerjakan adalah skripsi, sebuah karya ilmiah, yang sebaiknya bersifat netral, bukan emosional apalagi puitis.

    Saya juga setuju, sih, bahwa kata ‘alih-alih’ kadang kurang luwes, mungkin karena jarang digunakan di luar bahasa penulisan. Seumpama bisa diganti dengan yang lain, ya saya ganti. Intinya ya variasi kata saja.

    Tapi jujur saja, kata ‘instead of’ ini kadang membuat proses penerjemahan jadi kaku karena otak saya terlanjut mencatat artinya sebagai ‘alih-alih.’ Padahal kan pada prakteknya sendiri, kita justru lebih sering menggunakan ‘kiranya’ (kirain), ‘daripada’, ‘bukannya’.

  7. amatullahsibghotul 7 Oktober 2015 pada 15:02 #

    Reblogged this on amatullah sibghotul iezzah and commented:
    for instead of (alih-alih)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Gara-gara ‘Alih-alih’ | Web Sweet Web - 22 Maret 2012

    […] tidak ingat kapan mulai akrab dengan kata satu ini, tapi belakangan mulai kurang suka menggunakannya, baik dalam penyuntingan maupun penerjemahan. Ternyata Mas Agus lebih tidak suka lagi dan kami […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: