Informasi sisipan yang tak bisa dipindahkan

24 Mar

Kalimat asli

There was no subject under the sun, however remote or abstruse, upon which he did not eagerly venture an opinion or ten.

Terjemahan

Tidak ada topik di dunia ini, walaupun sangat asing dan sulit dimengerti, yang tidak mendorong pria tersebut melontarkan satu atau sepuluh opini.

Ada kalanya, informasi yang diselipkan di tengah kalimat dapat diotak-atik agar tidak ‘memecah’ perhatian pembaca. Tetapi di sini, agak sulit memindahkan keterangan di antara koma di atas.

Mari kita bandingkan

Tidak ada topik di dunia ini yang tidak mendorong pria tersebut melontarkan satu atau sepuluh opini, walaupun sangat asing dan sulit dimengerti.

Saya khawatir ada kesan bahwa yang sangat asing dan sulit dimengerti adalah opini pria itu, bukan topik perbincangan sebagaimana dimaksud kalimat aslinya.

Kalaupun hendak mengubah, saran saya seperti ini:

Topik seasing atau sesulit apa pun pasti dikomentari oleh pria tersebut, bisa satu sampai sepuluh opini.

Namun sepertinya ini terlalu ‘berkhianat’:D

10 Tanggapan to “Informasi sisipan yang tak bisa dipindahkan”

  1. Femmy Syahrani 24 Maret 2011 pada 08:30 #

    Menurutku, “Topik seasing atau sesulit apa pun pasti dikomentari oleh pria tersebut” udah bagus tuh, Rin. Cuma yang “bisa satu sampai sepuluh opini” yang masih perlu diolah. Tapi aku belum kepikir diubah jadi bagaimana, hehehe…

    Oh ya, aku juga sering memindahkan keterangan yang diapit koma ke awal atau akhir kalimat. Dalam struktur bahasa Indonesia, keterangan seperti itu bikin kalimat ngga enak dibaca, ya.

  2. pdchusfani 24 Maret 2011 pada 10:51 #

    Emang kadang2 suka bikin puyeng kalo ada kalimat di dalam kalimat kayak begini. Tapi kalimat terakhir nggak terlalu berkhianat kok, Rin. Aku malah suka nerjemahin dengan kalimat yg lebih jauh lagi kalo emang udah nggak bisa diutak-atik pakai format yg sama. Menurutku, daripada membingungkan atau ambigu, lebih baik diubah total tapi artinya sampe.

  3. Femmy Syahrani 24 Maret 2011 pada 10:57 #

    “Bisa satu sampai sepuluh opini” mungkin bisa diganti dengan “dengan satu-dua patah kata, atau bahkan sepuluh”. Kata “opini” bisa dihapus karena sudah tercakup maknanya dalam “dikomentari”.

    • Rini Nurul Badariah 24 Maret 2011 pada 18:11 #

      Waa, alhamdulillah…lega ternyata itu tidak keluar dari ‘pakem’.
      Terima kasih ya Fem, Mbak Poppy:)

  4. melodyvioline 25 Maret 2011 pada 10:50 #

    aku selalu berharap editornya akan mengatasi masalah seperti ini,
    tapi memang sebaiknya penerjemahnya dulu yang mikir, ehehehe (ketauan deh kadang2 males)

    • Femmy Syahrani 25 Maret 2011 pada 11:20 #

      Iya dong, penerjemahnya yang mesti memikirkan hal-hal seperti ini, hehehe… Penerjemah harus beranggapan bahwa terjemahannya tidak akan diedit oleh orang lain, jadi harus berupaya agar terjemahannya sesempurna mungkin.

      Bayangkan misalnya editor memesan desain sampul buku kepada desainer. Setelah diskusi pada tahap konsep, pasti si editor pengen hasil akhirnya sudah siap cetak kan? Desainer pun pasti tidak beranggapan editornya bakal mengotak-atik sendiri gambar, warna, dll.

      Kita penerjemah juga harus seperti itu. Harus sama profesionalnya dengan desainer.

  5. esti 28 Maret 2011 pada 13:57 #

    hidup mbak femmy !
    Dulu sering berpikiran seperti Melody (ah, paling tar juga diedit).
    Tapi kalau dipikir-pikir kalau kita peduli dengan hasil terjemahan pasti akan ada manfaatnya.
    1. Perkembangan diri
    2. Kepercayaan dari editor
    3. Kenaikan honor
    4. Idealisme (bangga dong kalau terjemahan naik cetak tanpa banyak diedit) hehe

    Salam
    Esti

    • Rini Nurul Badariah 28 Maret 2011 pada 14:46 #

      Hidup Femmy dan Mbak Esti!:D

  6. mbakanggun 29 Maret 2011 pada 12:06 #

    Eh teh, mau nanya… ini excerpt dari buku apa ya? kok kayaknya saya pernah vaca tapi lupa…

    • Rini Nurul Badariah 29 Maret 2011 pada 12:22 #

      His at Night, Anggun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: