more…than

4 Jul

Dalam sebuah novel yang saya sunting hasil terjemahannya, terdapat frasa berikut:

…you often love more people than you trust.

Penerjemah menangkap maksud kalimatnya, dan mengartikan begini:

sering kali kau lebih mencintai seseorang daripada mempercayainya.

Saya sunting:

sering kali cinta kita pada seseorang lebih besar daripada rasa percaya kita terhadapnya.

6 Tanggapan to “more…than”

  1. Femmy Syahrani 4 Juli 2011 pada 08:56 #

    Tadi kucari kalimat lengkapnya: “It’s a fact of life on the run that you often love more people than you trust. For people in the safe world, of course, exactly the opposite is true.”

    Kalau melihat konteks, tampaknya makna yang dimaksud: “Saat menjadi buron, sering kali jumlah orang yang kita cintai lebih banyak daripada yang bisa dipercaya. Bagi orang yang hidup di dunia yang aman, tentu saja sebaliknya yang berlaku.”

    Jadi, kalau sedang menjadi buron, mungkin saja kita mencintai pasangan, orangtua, kakak-adik, teman, tapi bisa saja mereka mengkhianati kita. Susah cari orang yang benar-benar bisa dipercaya. Tapi, kalau di dunia biasa, banyak orang yang bisa kita percayai: guru, polisi, tetangga, tetapi belum tentu kita mencintai mereka.

    Mungkinkah begitu? *tidak tahu konteks lebih luasnya, cocok atau ngga interpretasiku*

  2. Rini Nurul Badariah 4 Juli 2011 pada 13:07 #

    Hmm, setelah baca ulang, sepertinya interpretasi Femmy benar. Makasih masukannya, Fem.:)

    • Rini Nurul Badariah 5 Juli 2011 pada 06:29 #

      BTW kejauhan nggak ya Fem, kalau alternatifnya begini, “…sering kali orang yang kita cintai belum tentu bisa dipercaya.”?

      • Femmy Syahrani 5 Juli 2011 pada 08:56 #

        Menurutku, alternatif itu masih mewakili maknanya. Lebih mudah dicerna juga🙂

  3. عطرة 5 Juli 2011 pada 04:05 #

    Mba Fem, kalau frase “orangtua” (maksudnya: ayah, ibu) itu ditulis bersambung? Maaf pertanyaan saya mendasar banget.. Makasih banyak ya, Mba…

    • Femmy Syahrani 5 Juli 2011 pada 08:54 #

      Sebenarnya kalau menurut KBBI, yang benar “orang tua”. Tetapi, gaya selingkung di Mizan menggunakan “orangtua” untuk makna ayah-ibu, untuk membedakan dengan “orang tua” untuk makna orang berusia tua. Berhubung saya pernah lama di Mizan, masih terbawa kebiasaan merangkaikan kedua kata itu.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: