about what

4 Agu

Menghindari kata tanya dalam kalimat tidak langsung ketika menerjemahkan sangat tidak mudah bagi saya, selain ketidakbiasaan (yang memang keliru secara kaidah), dibutuhkan waktu relatif lama untuk menemukan yang pas. Ketika format agak rumit terpecahkan, rasanya lega sekali:) Contohnya di bawah ini.

Kalimat sumber

Georgia thought about what Mr. Goldsmith had told her about the Palio.

Terjemahan awal

Georgia memikirkan apa yang Mr. Goldsmith ceritakan tentang Palio.

Georgia memikirkan hal yang Mr. Goldsmith ceritakan tentang Palio.

Georgia memikirkan yang Mr. Goldsmith ceritakan tentang Palio.

Di sini saya belum puas juga, karena meski benar secara struktur, ketiadaan kata benda di depan ‘yang’ (selaku subjek anak kalimat) menjadikan kalimat ini agak ‘kosong’. Maka saya permak lagi.

Terjemahan final

Georgia memikirkan cerita Mr. Goldsmith tentang Palio.

Simpulannya, kata penghubung dapat diganti dengan kata benda untuk menghasilkan kalimat yang enak dibaca tanpa mengubah makna.

5 Tanggapan to “about what”

  1. elfan 27 September 2011 pada 13:03 #

    BTW, blognya menarik, singkat, to the point, dan contoh kalimat dan perbaikannya sangat jelas.
    Thank you for sharing those particular experiences.

  2. elfan 27 September 2011 pada 13:10 #

    Komentar final:
    Thank you for sharing those particular process of thoughts🙂

  3. Suci Nur Erni 12 Maret 2012 pada 19:56 #

    like this .

  4. aisyah 30 Desember 2012 pada 10:01 #

    nice blog, thanks for sharing…dan salam kenal.
    btw, in my humble opinion, kalimat itu bisa diterjemahkan begini:
    “Georgia memikirkan apa yang dikatakan Mr. Goldsmith tentang Palio.”

    ‘tell/told’ tidak mesti diterjemahkan cerita, karena maksudnya adalah ‘mengatakan’ atau ‘memberitahu’.

    • Femmy 30 Desember 2012 pada 10:59 #

      Ya, kata “tell” bisa diterjemahkan bermacam-macam, termasuk “mengatakan”, “memberi tahu”, dan “menceritakan”. Kebetulan saya pernah juga menulis tentang itu di blog ini: https://penerjemahan.wordpress.com/2011/02/13/tell/

      Saya sendiri paling menyukai terjemahan final Rini di atas, di antara berbagai alternatif yang diajukan. Menurut saya, frasa “apa yang” itulah yang menyebabkan terjemahan terasa kaku. Dengan menghilangkan frasa tersebut, seperti dalam terjemahan final, kalimat terasa lebih wajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: