I wouldn’t go

16 Agu

Kalimat sumber

“Oh, that’s just a new mare,” said Nello nervously, trying to get Falco out of the stables. “I wouldn’t go near her. She’s very nervous.”

Terjemahan awal

“Oh, hanya kuda betina baru,” jawab Nello gugup, berusaha mengajak Falco keluar kandang. “Aku sendiri tak mau dekat-dekat. Dia sangat gelisah.”

Mengingat kalimat itu berupa saran, bahkan sesungguhnya Nello sangat tidak ingin Falco mendekati kuda tersebut karena akan membongkar rahasianya, maka saya ubah sbb:

“Oh, hanya kuda betina baru,” jawab Nello gugup, berusaha mengajak Falco keluar kandang. “Lebih baik tidak dekat-dekat. Dia sangat gelisah.”

3 Tanggapan to “I wouldn’t go”

  1. beenimnida 16 Agustus 2011 pada 10:02 #

    Mbak, waaahh… baru tahu Mbak punya blog. Asyik2, jadi bisa tanya2 ke sini aja. Abis kalo lewat twitter suka malu. Aku yg akun twitter-nya @psstBee itu loh mbak, yg waktu itu mau nanya2, tapi ga pernah jadi nanya (lagi2 karena malu).

    Anu Mbak, kalo saya, kalimat itu saya terjemahin jadi: “Aku tak akan mau dekat2 dengannya. Dia kuda yg gelisah.”

    Kalo menurut Mbak gimana? Maaf ini asal nimbrung aja. Hehehe.

    Hehe, aku juga lagi nerjemahin, Mbak. Bukan buku/novel sih, cuman ff atau fanfictions, karena aku suka banget sama cerita2 fanfictions (terutama bintang Korea. Ga penting ya? gpp deh, kasih tau aja kok) dan ada tulisan yg menurut aku bagus banget, jadi aku pengen share sama pembaca blog aku. Setelah aku publish, sebagian merasa bingung bacanya, sebagian lagi bilang suka. Tapi aku ga bisa berbuat apa2 karena penulis aslinya emang (kayaknya) orang US yg terkenal dengan idiom2 slang. Kadang kalo org yg ga terbiasa dengan mereka, akan agak susah menangkap isi pembicaraan org US karena logika bicara yg berbeda. Nah, aku mau nanya ama Mbak Rini, nih, boleh ga kalimat author asli yg ga nyambung itu diganti2 seenak udel kita supaya lebih sesuai sama logika percakapan Indonesia? Aku bingung Mbak. Abisnya takut kalo sampe ngerubah banyak, ciri khas tulisan si author ga nampak lagi.

    Semoga Mbak Rini ga sibuk2 banget & sempat negebales komen ini.. gyaaaa!😄

    Oya, Mbak, kalo aku sering2 komen nanya2 di sini, boleh ga Mbak? Konsultasi, gitu…

    Satu lagi, aku suka banget sama quote Mbak di twitter semalem: (Mbak juga ngutip dr mana gitu) “Menerjemahkan sama dengan mengarang.” That SOO TRUE! Aku penulis cerita (by the way, blogku isinya cerita 97% krn emang diniatin jadi blog buat isi kepala aku yg kebanyakan ngayal) dan sekarang lagi nerjemahin cerita. Itu, quote mbak itu, ITU.BENER.BANGET. Nerjemahin tanpa kemampuan berimajinasi dan meliuk2kan kata (apadeh ini) itu kayak cuman ngejiplak dari bahasa yg berbeda.

    Hihihi, aku malah banyak omong di sini. Ya udah lah Mbak, yg jelas: AKU SENENG BANGET NEMU BLOGNYA MBAK RINI!!!!!

    • Femmy Syahrani 16 Agustus 2011 pada 10:30 #

      Beenimnida, makasih ya sudah berkunjung ke blog ini. Sebenernya blog ini bikinanku, dan aku mengundang Rini menjadi kontributor di ini (tapi Rini lebih rajin posting daripada aku, hihihi).

      Soal contoh terjemahan dalam artikel ini, aku sendiri lebih memilih pendekatan Rini. Ungkapan “I would” atau “I wouldn’t” sering digunakan dalam kalimat yang sebenarnya merupakan saran. Untuk menerjemahkannya, menurut saya, yang perlu kita padankan bukanlah bentuk kalimatnya, melainkan maksud kalimatnya, yaitu saran tadi. Dalam bahasa Indonesia, “Lebih baik” merupakan salah satu ungkapan yang sering kita gunakan saat menyarankan sesuatu pada orang lain, dan karenanya cocok digunakan dalam kalimat ini.

      Contoh serupa bisa dilihat di artikel “why don’t you

      Soal idiom, menurut teori penerjemahan, terjemahan yang paling bagus adalah menggunakan idiom bahasa sasaran yang bermakna setara dengan idiom asli. Ini terutama kalau idiomnya merupakan idiom umum. Kalau idiomnya merupakan ciptaan si pengarang, mungkin perlu dipertimbangkan mempertahankannya dalam bahasa sasaran, supaya kekhasan itu tersampaikan juga dalam terjemahannya.

    • Rini Nurul Badariah 16 Agustus 2011 pada 15:35 #

      Halo, terima kasih sudah berkunjung. Semoga penjelasan Femmy cukup terang ya:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: