he wanted everyone to think he had

24 Nov

Kalimat asli:

“Maybe it would have been sort of all right,” she said, “if he’d really had the money he wanted everyone to
think he had.”

Terjemahan awal:

“Mungkin itu tidak apa-apa,” ujar Lucy (nama tokoh), “kalau Dad benar-benar memiliki uang yang dia ingin setiap orang pikir dimilikinya.”

Terjemahan final:

“Mungkin itu tidak apa-apa,” ujar Lucy, “kalau Dad benar-benar memiliki uang sesuai kesan yang ingin ditimbulkannya.”

Mengutak-atik kalimat ini butuh merenung sekitar setengah jam:))

7 Tanggapan to “he wanted everyone to think he had”

  1. krismariana 24 November 2012 pada 09:17 #

    Teh, sebetulnya Dad ini memang punya uang beneran atau tidak ya? Bisa nggak kalau disingkat begini saja: “kalau Dad memang benar-benar kaya.” (?)

  2. Rini Nurul Badariah 24 November 2012 pada 13:25 #

    Uangnya terbatas, Mbak Kris. Konteksnya, Dad ingin pamer dan dianggap kaya raya. Karena itu tidak saya singkat.

  3. karin sabrina 26 November 2012 pada 20:49 #

    Hemm.. kalau gini gimana? “Tidak terlalu jadi masalah sebetulnya, Jika dad betul betul punya uang sebanyak yg dibualkannya selama ini” ujar lucy.

    • Femmy Syahrani 27 November 2012 pada 20:37 #

      Menurut saya, bisa saja, tapi tergantung konteksnya. Menciptakan kesan bahwa kita kaya kan tidak hanya dengan membual. Bisa dengan memakai barang bermerek (tapi palsu), bisa dengan membeli barang mewah (tapi ngutang). Rini yang lebih tahu konteksnya.

  4. tarianant 27 November 2012 pada 18:39 #

    bagaimana kalau begini: “Mungkin tidak apa-apa juga, ujar Lucy, kalau Dad benar-benar punya uang sejumlah itu (/sebanyak itu) ia pasti ingin semua orang berpikiran demikian.

    salam kenal🙂

    • Femmy Syahrani 27 November 2012 pada 20:49 #

      Saya kurang sependapat dengan alternatif yang ini. Kalimat ini dapat ditafsirkan bahwa si Dad belum ingin orang berpikir dia kaya. Dia baru ingin kalau dia benar-benar punya uang.

      Padahal kan, bukan cuma ingin, si Dad malah sudah melakukan sesuatu untuk membuat orang berpikir begitu, sampai-sampai anaknya menyayangkan hal itu dalam kalimat di atas.

      • Rini Nurul Badariah 28 November 2012 pada 07:45 #

        Betul, Fem. Dalam cerita, Dad sampai berutang agar bisa hidup mewah dan anak-istrinya sama sekali tidak tahu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: