Logika dan konversi

25 Mar

Saya pernah membaca terjemahan novel sebagai berikut:

  • I was 105 pounds when we conceived him, and my baby tipped the scale of 9.6 pounds.
  • Beratku 105 kilogram saat aku mengandungnya dan berat bayiku 9,6 kilogram.

Penerjemah ini rupanya belum mengerti tentang konversi, sehingga ia langsung mengubah pounds menjadi kilogram tanpa menyesuaikan angkanya. Seandainya belum tahu tentang konversi, pada waktu membaca ulang terjemahannya, penerjemah seyogianya menggunakan logikanya:

  • Mungkinkah seorang wanita yang mengandung beratnya bisa sampai 105 kilogram? Mungkin bisa, tapi…. wow.
  • Mungkinkah bayi yang baru dilahirkan beratnya bisa sampai 9,6 kilogram?

Dengan sedikit riset di Google, akan diketahui bahwa:

  • Bayi yang baru lahir itu beratnya sekitar 3,4 kg.(7 ½ lbs), dan berkisar 2,7–4,6 kg (5,5–10 pound)
  • Memang ada bayi-bayi raksasa yang beratnya mencapai 9-10 kilogram, tetapi itu sangat jarang. Dalam novel ini, bayi tersebut normal, meskipun lumayan besar untuk ukuran bayi.
Dari Google:
  • 1 pound = 0,45 kilogram; jadi 105 pounds = kira-kira 47,5;
  • 9,6  pound = kira-kira 4,3 kilogram.
Terjemahan yang diusulkan:
  • Beratku 47,5 kilogram saat aku mulai mengandungnya, dan saat ditimbang berat bayiku 4,3 kilogram.
Contoh lain:
  • He was a towering specimen, fully six feet tall and barrel-chested.
  • Pria itu sosok yang menjulang tinggi, setinggi enam meter dan berdada kekar.
Pertanyaan: Adakah seorang pria yang tingginya enam meter?

Menurut Google: 1 foot = 30,48 cm. —> 6 feet = 6 x 30,48 cm = 182.88 cm;
Atau kalau dalam novel, angkanya tidak perlu tepat, sehingga 6 feet = kira-kira 180 sentimeter, atau lebih dari 180 sentimeter.

Terjemahan yang diusulkan:

  • Pria itu jangkung, lebih dari 180 sentimeter tingginya, dan berdada kekar.
Cara untuk melakukan konversi mudah sekali. Kita tinggal mengetikkan bilangan dengan satuannya di google, diikuti = (sama dengan), dan pilihan konversi akan muncul sendiri.
Misalnya:
  • 105 pounds =
  • 6 feet =

5 Tanggapan to “Logika dan konversi”

  1. Monica 7 April 2013 pada 13:56 #

    menerjemahkan itu perlu logika juga yah. kebetulan saya belajar pengukuran di kampus.

    • Femmy Syahrani 8 April 2013 pada 08:46 #

      Betul, logika harus selalu jalan saat menerjemahkan. Bukan hanya masalah konversi ukuran, tetapi juga saat memahami suatu kata yang memiliki beberapa arti. Kalau hasil terjemahan dirasa tidak logis, mungkin ada makna lain yang tidak kita ketahui dan harus kita cari di kamus.

  2. diahz 8 April 2013 pada 13:47 #

    menjadi penerjemah ternyata harus bisa menghitung juga ya, kalau gak bisa konversi ya lebih baik terjemahkan seadanya (9,6 pon, 6 kaki), daripada menyesatkan

    • Femmy Syahrani 8 April 2013 pada 19:59 #

      Perhitungan konversi cukup sederhana kok, apalagi dengan bantuan internet, baik langsung dengan Google atau lewat situs web seperti http://www.onlineconversion.com misalnya. Jadi, menurut saya sih, sebaiknya satuan dikonversi saja, agar terjemahan kita lebih sempurna.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Konversi dan kewajaran | Catatan Penerjemahan - 4 Juni 2013

    […] artikel sebelumnya, kita membicarakan konversi satuan dalam penerjemahan. Sekarang, mari kita bahas cara menuliskan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: