Langkah Menerjemahkan Daftar Isi yang Acak

10 Jan

Hampir semua buku nonfiksi yang saya terjemahkan dilengkapi daftar isi. Seperti buku fiksi, menata daftar isi relatif tidak repot karena tinggal menyamakan dengan judul setiap bab. Namun karena menyangkut ketelitian, tentu saja langkah ini memakan waktu padahal biasanya dilakukan paling akhir dan tenaga sudah tinggal sisa-sisa. Efektifnya, judul masing-masing bab diterjemahkan lebih dulu kemudian dimasukkan ke daftar isi setelah disunting.

Bagaimana kalau daftar isinya banyak dan tidak berurutan? Beberapa kali saya menghadapi buku nonfiksi yang terdiri atas sejumlah tulisan singkat seperti yang satu ini. Daftar isinya menjadi puluhan judul, bahkan ratusan, dan dikelompokkan sesuai topik. Karena berupa subjudul, konten daftar isi ini lebih panjang-panjang ketimbang buku pada umumnya.

  • Langkah pertama: luangkan waktu khusus, sedapat mungkin satu hari penuh dengan mata yang segar. Pembenahan daftar isi tetap dilakukan terakhir, seusai mengedit keseluruhan teks.
  • Usahakan tidak ada yang berubah lagi. Ini sukar, tapi sebaiknya diminimalisasi. Paling tidak, upayakan agar istilah yang sering muncul sudah “final” dan benar. Sebab bila satu kata ini saja diganti, bisa jadi kita harus mondar-mandir dengan Ctrl+F ke sekujur naskah. Yang saya alami, ini sangat membutuhkan waktu meskipun naskahnya “hanya” seratusan halaman.
  • Ketik daftar isi di dokumen terpisah untuk memudahkan pengecekan. Letakkan buku asli dekat-dekat. Apabila materinya berupa buku asli, fotokopi bagian daftar isi itu saja agar dapat dicentang ketika dicocokkan.
  • Hafalkan “kata kunci” dan “kata kunci tambahan”. Karena sudah menerjemahkan dan memoles isi, berarti setidaknya kita sudah membaca dua kali. Kata kunci yang saya maksud mempermudah kita mengingat bahasan yang sering muncul. Misalnya di satu tulisan singkat membahas paus, artinya ada kata kunci “paus”. Jika paus dibahas lebih dari satu kali, kata kunci tambahan itu adalah “paus biru”, “bayi paus”, dan “hiu paus” sesuai inti teksnya. Bila bukan didasarkan jenis, bisa juga merujuk topik tulisan. Contoh untuk kata kunci “kucing”, saya menghafalkan “kumis kucing” dan “kucing mendengkur”. Kalau perlu, tulis tangan di kertas dan simpan di sebelah komputer.
  • Mulai mengetik daftar isi dengan acuan keseluruhan teks. Tentu saja, modal kita adalah ingatan, catatan, dan Ctrl+F. Ikuti urutan yang diacak, bukan urutan naskah yang biasanya dinomori. Akan sangat merepotkan jika kita ketik dulu sesuai urutan bernomor di konten naskah, kemudian diacak sesuai urutan daftar isi. Contoh:

Di daftar isi asli “Pourquoi il y a des maladies?”

Saya cari di naskah terjemahan (karena dokumennya terpisah tadi) “penyakit”. Lalu sampailah di subjudul “Mengapa ada penyakit?”

Blok kalimat itu, Ctrl+C, kemudian Ctrl+V di bab daftar isi. Dan selanjutnya.

  • Setelah selesai, cocokkan jumlah daftar isi yang diacak ini dengan subjudul di naskah. Misalnya ada 250 subjudul. Nomori daftar isi dengan format Numbering “Continue Numbering” (di Word 2007) supaya mudah meski telah diklasifikasikan. Bila ternyata sudah lengkap, hapus nomor-nomor tadi (Ctrl+A, klik Numbering di toolbar).
  • Langkah terpenting: jangan sampai lupa menggabungkan daftar isi dengan keseluruhan konten naskah. Dengan begitu, cukup setor satu file saja.

Satu Tanggapan to “Langkah Menerjemahkan Daftar Isi yang Acak”

  1. Rini Nurul Badariah 10 Januari 2014 pada 06:47 #

    Reblogged this on Penerjemah-Editor Buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: