a communion of the wrongs

14 Okt

A: As I laid each one on my tongue it was like a communion of the wrongs I felt were done against me. Never smart enough, never pretty enough, never athletic enough—never, ever enough.

T: Saat aku meletakkan setiap pil di lidahku, itu seperti komuni dari kejahatan yang kurasa dilakukan padaku. Tak pernah cukup pandai, tak pernah cukup cantik, tak pernah cukup atletis—tak pernah, tak akan pernah cukup.

E: Tiap kutaruh satu pil di lidah, seperti simbol ketidakadilan yang kujalani. Kurang pandai, kurang cantik, kurang atletis—selalu, selalu kurang.

3 Tanggapan to “a communion of the wrongs”

  1. Femmy Syahrani 14 Oktober 2016 pada 16:56 #

    Dengan mengubah “komuni” menjadi “simbol”, di satu sisi kalimat ini menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca Indonesia yang mayoritas non-Kristen dan tidak akrab dengan ritual keagamaannya. Tapi di sisi lain, jadi hilang juga ya perumpamaan antara pil dan roti hosti yang diterima di lidah dalam upacara komuni.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Diksi in Translation – setitik goresan pena - 23 Oktober 2016

    […] a communion of the wrongs […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: