Menerjemahkan Puisi Teka-Teki

14 Jan

Dalam novel yang sedang kuterjemahkan, terdapat puisi teka-teki berikut ini:

What can run but never walks,
Has a mouth but never talks,
Has a bed but never sleeps,
Has a head but never weeps?
(Answer: a river)

Puisi ini tidak bisa diterjemahkan secara harfiah karena mengandung permainan kata yang memiliki arti ganda, yaitu run (berlari/mengalir), mouth (mulut/muara), bed (tempat tidur/dasar sungai), head (kepala, hulu sungai). Kita tentu tidak bisa menerjemahkan keempat kata ini dengan memilih salah satu makna. Kita juga tidak bisa mencantumkan kedua makna (misalnya dengan diberi garis miring), karena unsur teka-tekinya hilang.

Jadi, bagaimana cara menerjemahkannya? Pertama-tama kita harus melihat konteks kemunculan teka-teki ini di dalam cerita. Di dalam novelnya, para tokohnya memang sedang saling melontarkan teka-teki, dan puisi yang satu ini dianggap sebagai contoh teka-teki yang bagus, karena permainan katanya mengecoh penjawab untuk berpikir ke satu arah, padahal jawabannya terletak di arah lain.

Maka, saya memutuskan saya harus mempertahankan unsur permainan kata, tetapi dengan kata-kata Indonesia yang bermakna ganda. Lalu, meskipun jawaban teka-teki tidak berkaitan dengan plot cerita, saya memutuskan untuk tetap membuat teka-teki yang jawabannya “sungai”, sekadar agar punya titik awal. Selain itu, saya juga ingin teka-teki terjemahan tetap berima seperti aslinya.

Setelah menetapkan strategi di atas, saya menerjemahkan puisi ini (dibantu suami) dengan cara berikut ini:

  1. Mencari kata-kata yang berkaitan dengan jawaban teka-teki, yaitu sungai. Misalnya: hulu, hilir, muara, mengalir.
  2. Di antara kata-kata yang terkumpul, pilih yang bisa bermakna ganda, misalnya: anak, cabang, kali.
  3. Membuat baris puisi dari kata-kata tersebut yang mengaitkannya dengan makna yang tidak berkaitan dengan sungai. Misalnya: Apa yang beranak, tapi tak berbapak? Yang bisa kali, tapi tak bisa bagi? Yang bercabang, tapi tak berdaun?
  4. Di antara baris puisi yang dibuat, memilih yang berima.

Setelah berkutat beberapa lama, dihasilkan terjemahan sebagai berikut:

Apa yang punya mata tapi tak berhidung,
Yang bisa kali tapi bukan juru hitung,
Yang punya cabang tapi tak berakar,
Yang bisa meliuk tapi bukan ular?

Lihat juga penerjemahan puisi teka-teki lain di sini, serta penerjemahan berbagai puisi di sini.

Iklan

18 Tanggapan to “Menerjemahkan Puisi Teka-Teki”

  1. nunuyasheny 15 Januari 2017 pada 13:43 #

    Menemukan blog ini buat saya yang sedang meniti karir menjadi penerjemah, ibaratnya seperti menemukan harta karun. Terima kasih banyak untuk Mbak Femi dan kontributor lainnya yang sudah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan kami. Semoga kebaikannya dibalas berkali lipat.

  2. Ridha Harwan 16 Januari 2017 pada 14:13 #

    Penasaran pengen nanya.

    Kira-kira berapa lama ya mencari ilham padanan teka-tekinya itu?

    Kalau membentuk kata baru, mungkin ada pedomannya. Tapi kalau sudah begini, sama saja menunggu hidayah. Syukur-syukur datangnya cepat. πŸ˜€

    • Femmy Syahrani 16 Januari 2017 pada 16:38 #

      Memang, materi seperti ini perlu tunggu ilham :-p Datangnya ilham kadang cepat, kadang lambat.

      Saya biasanya menerjemahkan dalam beberapa tahap, yaitu tahap terjemah, swa-sunting, dan baca ulang. Nah, kalau ketemu materi seperti ini, biasanya saya lewat dulu pada tahap terjemah. Jadi, bisa saja ilhamnya datang selagi mengerjakan bagian lain, atau selagi tidak duduk di depan komputer.

  3. Argento R. 17 Januari 2017 pada 06:40 #

    Permisi, Mbak Femmy. Saya mau tanya tentang blog Latihan Menerjemahkan Novel. Sudah lama tidak update ya, Mbak? Apa ulasan latihannya akan dilanjutkan?

    • Femmy Syahrani 17 Januari 2017 pada 07:56 #

      Iya, sudah lama tidak diperbarui. Aku sih ingin melanjutkan, tetapi kebetulan saat ini belum sempat karena masih banyak proyek yang harus dirampungkan. Nanti kalau sudah ada waktu senggang lagi, saya lanjutkan lagi blognya.

  4. dwihastutiarief 19 Januari 2017 pada 16:31 #

    Terjemahannya bagus sekali, mbak Femmy. Duh, jika saya diminta menerjemahkan teka-teki seperti itu, berapa lama ilham seperti itu sampai ya? Jam terbang juga berpengaruh ya, Mbak?

    • Femmy Syahrani 19 Januari 2017 pada 16:38 #

      Terima kasih, Mbak Dwi. Saya kira jam terbang berpengaruh, terutama untuk menentukan strategi langkah yang perlu dilakukan untuk menerjemahkan puisi ini. Setelah itu, bantuan tesaurus juga bermanfaat untuk mencoba berbagai kemungkinan terjemahan.

  5. Sukandar 24 Februari 2017 pada 17:37 #

    what has eye but has no nose
    can count but not accountant
    has a branch but has no root
    can crawl but not a snake?

  6. Fatihah 31 Mei 2017 pada 14:10 #

    Mbak Femmy keren parah!

  7. Afifah Afra 21 Juni 2017 pada 11:36 #

    Wah, benar-benar harus jeli dan menguasai bahasa dengan sangat baik nih. Penerjemah, bisa jadi lebih keren dari penulisnya sendiri

    • Femmy Syahrani 21 Juni 2017 pada 11:47 #

      Hehe… Tanpa ada penulis keren, penerjemah nggak bakal punya bahan.

  8. kaktus 21 Juni 2017 pada 11:40 #

    Keren nih….pasti butuh pemikiran yang mendalam ya mbak supaya terjemahannya tetap mengandung teka teki gitu…😘😘😘

    • Femmy Syahrani 21 Juni 2017 pada 11:53 #

      Menurutku yang paling penting sih menentukan strateginya, mengetahui apa yang harus dipertahankan di antara sekian banyak unsur. Kalau strateginya sudah ada, baru kita bisa bergerak dan mengutak-atik kata dan kalimat.

  9. kutukamus 17 Agustus 2017 pada 03:31 #

    Meski kadang bisa menikmati (kalau sedang mood), menerjemahkan puisi yang tanpa teka-teki pun saya pasti nyerah πŸ™‚

    • Femmy Syahrani 20 Agustus 2017 pada 09:24 #

      Saya juga tidak terlalu pede menerjemahkan puisi, karena tidak terlalu paham puisi dan tidak bisa menulis puisi. Tapi, karena ada puisi di buku yang diterjemahkan, mau nggak mau ya harus digarap. Hehe.

  10. Hikmat 30 Agustus 2017 pada 00:11 #

    Ade Indarta harus baca ini nih….yang suka sama puisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: