Menerjemahkan Alinea Panjang dalam Nonfiksi

17 Okt

Sekali-sekali saya gunakan contoh alinea yang panjang, sekaligus pemenggalan kalimatnya supaya pembaca tidak kelelahan.

On the usually flawed
assumption that they know what the speaker is going to say, instead
of listening their focus shifts entirely to trying to formulate ‘smart’
questions. In addition to the sheer rudeness of their constant interruptions,
such people usually only succeed in looking foolish. It all
comes back to note-taking. Rather than constantly interrupting a
speaker with self-serving questions, it is a whole lot smarter (and
better table manners) to note down comments and questions and
save them for later – if indeed the issues haven’t been covered by the
time everyone gets to ask questions.

Terjemahannya sebagai berikut:

Biasanya mereka sering merasa tahu pembicara akan mengatakan apa. Bukannya menyimak, mereka malah mengalihkan fokus untuk merumuskan pertanyaan “cerdas”. Selain kekasaran tersamar dalam interupsi yang terus-menerus, rata-rata orang seperti ini jadi terlihat pandir. Kembali lagi pada pencatatan. Daripada terus menyela pembicara dengan pertanyaan yang tidak patut, jauh lebih cerdas (dan lebih sopan) bila kita mencatat komentar dan pertanyaan, kemudian mengajukannya nanti. Itu pun jika belum dibahas ketika sesi tanya-jawab dimulai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: