Arsip | Kata Indonesia RSS feed for this section

sit quiet

15 Des

Dalam terjemahan yang sedang saya sunting, penerjemah mengartikannya ‘duduk baik-baik’.

Semula saya mengganti dengan duduk manis, seperti yang sering saya dengar, namun karena masih terdengar ganjil, saya ubah menjadi duduk tenang.

Tidak vs Bukan

18 Okt

Aku tidak datang jauh-jauh ke sini untuk mengenakan cadar.

Saya edit menjadi:

Aku datang jauh-jauh ke sini bukan untuk mengenakan cadar.

Mengulurkan Tangan

15 Okt

Linda mengulurkan tangannya untuk mengusap tanganku.

Kalimat ini saya dapati ketika sedang menyunting sebuah naskah terjemahan. Demi kelancaran kalimat, saya mengubahnya menjadi

Linda mengusap tanganku.

Tentu saja ini ditempuh setelah membaca buku aslinya, guna memastikan bahwa tidak ada yang penting terkait mengulurkan tangan tersebut. Misalnya di kalimat sesudahnya, ada keterangan baru bahwa ternyata tangan Linda penuh bekas luka dan berpengaruh pada keseluruhan cerita.

Menghaluskan Kata Makian

4 Agu

Supaya tidak terus-terusan menyebut ‘bajingan’ atau ‘brengsek’, maka saya gunakan ‘dudul’, ‘kutu kupret’, dan ‘kecoa’. Terpikir untuk memakai ‘anjrit’ tapi rasanya genit. Di samping itu, ketika berdiskusi dengan seorang editor, ia mengatakan bahwa ‘anjrit’ hanya dikenal generasi tertentu dan tidak tahan lama. Akibatnya, dapat membingungkan pembaca.

Kata Tanya dalam Kalimat Berita

1 Agu

Saya berusaha menghindari kata tanya dalam kalimat berita, kecuali sangat terpaksa [baca: diotak-atik pun tidak ada penggantinya]. Contohnya, “Ia tidak mengerti bagaimana caranya.” atau “Dia tidak tahu siapa nama orang yang baru datang itu.”
Hasil akhirnya: Ia tidak mengerti caranya.
Dia tidak tahu nama orang yang baru datang itu.