Arsip | Tata bahasa RSS feed for this section

it was that there are some

17 Okt

A: If he had learned anything in his life, it was that there are some who thrive on loneliness and take strength from it.

T: Jika ia belajar sesuatu dari hidupnya, hal itu adalah, ada beberapa orang yang tumbuh dalam kesendirian dan mengambil kekuatan darinya.

E: Yang dia pelajari dari hidupnya, ada orang tertentu yang tumbuh dalam kesendirian dan menjadi kuat karenanya. 

I should have killed you

17 Okt

A: “I should have killed you when I saw the midwife open your hand.”

T: “Aku seharusnya membunuhmu saat aku melihat dukun beranak itu membuka tanganmu.”

E: ”Seharusnya kau kubunuh waktu kulihat dukun beranak itu membuka tanganmu.”

buried myself under my covers

14 Okt

A: I buried myself under my covers to die. 

T: Aku mengubur diriku di bawah selimutku untuk mati.

E: Kubenamkan diri di bawah selimut menanti maut.

Catatan: Kadang, diksi perlu lebih dipertajam untuk memperkuat suasana emosional dalam cerita.

didn’t even find me worthy enough

13 Okt

A: My parents didn’t even find me worthy enough to sit among my sister’s things.

T: Orangtuaku bahkan tak merasa aku cukup berharga untuk duduk di antara barang-barang kakakku.

Kata “orangtuaku” sudah disebut di kalimat sebelumnya sehingga konteks cerita jelas. Untuk meminimalkan pengulangan “ku”, saya sunting sbb:

Aku bahkan kurang pantas duduk di antara barang-barang kakakku.

 

anything could be worse

13 Okt

A: At first I didn’t think anything could be worse than not having Grace at home anymore. 

T: Pertamanya aku tak berpikir semuanya bisa lebih buruk daripada ketiadaan Grace di rumah.

E: Semula kupikir tak ada Grace di rumah saja sudah paling buruk.

Catatan: Untuk mempermudah pemahaman pembaca, hindari bentuk negatif (“tidak” dan sejenisnya) lebih dari satu dalam satu kalimat.

for less than a year

12 Okt

A: I’ve missed being able to drive—I’d had my license for less than a year when I was arrested.

T: Aku rindu mengemudi—aku baru mendapatkan SIM kurang dari satu tahun ketika aku ditangkap.

E: Aku rindu mengemudi— belum setahun kuperoleh SIM ketika aku ditangkap.

Menerjemahkan Kalimat Panjang

13 Jun

Sewaktu bertemu naskah novel bergaya tutur panjang, kita berkewajiban menjaga “nada khas” pengarang sekaligus berusaha meminimalkan kejemuan pembaca. Terlebih jika novel itu bergenre sastra nonpopuler yang acap kali terkesan berat. Berikut beberapa contoh kalimatnya:

A: Too late I realized that I had gotten things out of order. 

T: Sudah terlambat ketika aku menyadari bahwa segala sesuatunya kacau.

 

A: That’s something you can only do with people you see all the time.

T: Kau hanya bisa melakukan itu dengan orang yang sering kautemui.

 

A: Though I tend to confuse things that happened yesterday for things that happened ten years ago, and am prone to standing in front of the open refrigerator, trying to remember what I was looking for, only to sheepishly close the door again after bathing in the cold air streaming out, I could still remember like it was yesterday seeing him for the first time all those years ago.

T: Meskipun ingatanku tentang kemarin bercampur dengan kejadian sepuluh tahun yang lalu, dan aku sering berdiri di depan kulkas yang terbuka, berusaha mengingat apa yang kucari, dan akhirnya menutup pintu kulkas lagi dengan linglung setelah menikmati udara dingin yang menguar, aku masih ingat pertemuan pertama dengannya bertahun-tahun yang lalu, seakan itu baru kemarin.

 

A: In the end, I started college only to apply for a leave of absence before the first semester was over, that second line from Rilke’s Notebooks ringing in my mind.

T: Pada akhirnya, aku mulai kuliah tapi minta izin cuti sebelum semester pertama berakhir, sementara baris kedua dari puisi Rilke Notebooks terus bergaung di benak.