Arsip | Tata bahasa RSS feed for this section

lose their importance

20 Apr

They will lose their importance–their place in the world.

Sering kali, menerjemahkan berarti menangkap pesannya. Tidak mesti “patuh” pada strukturnya. Kalimat menjadi lebih panjang pun tidak apa-apa. Jadi saya terjemahkan begini:

Mereka tidak penting lagi–tidak punya tempat di dunia.

 

If you have a job

20 Apr

Kalimt aslinya panjang, jadi saya hanya bahas yang intinya.

If you have a job that requires occasional late hours or you travel for work…

Jika Anda punya pekerjaan yang menuntut sekali-sekali pulang terlambat atau Anda harus bepergian demi kerja…

Kok nggak enak ya kedengarannya, kurang natural jika dibandingkan dengan “bagaimana orang Indonesia mengatakannya”.

Jika pekerjaan Anda menuntut sekali-sekali pulang terlambat atau Anda harus bepergian demi kerja…

Nah ini masih belum enak. Ada dua “kerja”. Akhirnya saya ubah sbb:

Jika pekerjaan Anda menuntut sekali-sekali pulang terlambat atau mengharuskan Anda bepergian…

Omong-omong, jurus di atas murni rekaan saya pribadi. Anda boleh tidak setuju, boleh punya taktik sendiri.

“for ” menjadi “sehingga”

21 Mar

She told me that her family relied on her too much for the mornings to run smoothly without her.

Ini kejadian sehari-hari yang sangat umum, mungkin karena itulah relatif mudah diterjemahkan.

Dia bercerita bahwa keluarganya terlalu mengandalkan dia sehingga urusan pagi akan kacau jika dirinya tidak ada.

“When” menjadi “karena”

19 Mar

Ini salah satu “terjemahan bebas”.

Kalimat aslinya,

They worried about how she would survive when she’d never really done anything on her own

Terjemahan

Mereka mencemaskan bagaimana dia akan bertahan karena dia tidak pernah melakukan apa-apa sendiri

where

28 Feb
  • Inggris: She visited the town, where a fire raged last year.
  • Terjemahan awal: Dia mengunjungi kota kecil itu, tempat kebakaran mengamuk tahun lalu.
  • Suntingan: Dia mengunjungi kota kecil itu, yang diamuk kebakaran tahun lalu.

I don’t even speak the language

16 Sep

Kalimat asli

I’m in a strange city, and I don’t even speak the language.

Terjemahan

Aku berada di kota asing, dan aku bahkan tidak mengerti bahasanya.

Suntingan

Aku berada di kota asing, dan mengerti bahasanya pun tidak.

 

hadn’t seen him

25 Okt

A: But I hadn’t seen him in years.
T: Tapi sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu dengannya.

Alternatif:

Tapi sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu.

someone I have known

25 Okt

A: The current manager is someone I have known since childhood.
T: Manajer yang sekarang adalah seseorang yang sudah kukenal sejak kecil.
E: Manajer yang sekarang sudah kukenal sejak kecil.

was what I had always wanted

18 Okt

Kalimat asli
When I was five years old my parents all of a sudden
produced a baby boy, which my mother said was
what I had always wanted.

Terjemahan

Sewaktu usiaku lima tahun, mendadak orangtuaku mempunyai bayi lelaki, yang dikatakan ibuku bahwa bayi itu sudah lama kutunggu-tunggu kedatangannya.

Menerjemahkan kalimat bertingkat begini memang rumit. Salah satu triknya adalah memperjelas kata ganti/keterangan yang berpotensi membingungkan. What I had always wanted = a baby boy produced when I was five years old

Maka saya sunting seperti ini:

Sewaktu usiaku lima tahun, mendadak orangtuaku mempunyai bayi lelaki, yang menurut Ibu sudah lama kuinginkan.

by-product

17 Okt

It is almost certainly a by-product of the fact that I
have never really worked from anything remotely resembling the
conventional perception of an office.

Setelah membaca makna by-product menurut TFD dan menyesuaikannya dengan konteks, saya terjemahkan begini:

Itulah akibat tidak pernahnya aku bekerja di tempat eksklusif yang menyerupai konsep kantor konvensional.

Tampak lebih singkat supaya pembaca tidak “tersandung-sandung” menyimak buku nonfiksi berbau motivasi.