Arsip | Gender RSS feed for this section

Menerjemahkan kata ganti orang

15 Feb

Dalam pembahasan tentang rujukan (hlm. 181-186) di bukunya, In Other Words, Mona Baker menyebutkan bahwa setiap bahasa memiliki pola rujukan yang berbeda-beda. Dalam bahasa yang satu, mungkin cukup menyebutkan nama seseorang satu kali, lalu dalam teks selanjutnya merujuknya dengan kata ganti orang sampai berhalaman-halaman kemudian. Pembaca dalam bahasa itu sudah langsung mengerti siapa yang dimaksud. Namun, ada pula bahasa lain yang harus lebih sering mengulang nama yang dimaksud untuk mengingatkan pembaca.

Dalam penerjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kata he dan she. Kita tidak bisa selalu menerjemahkan kedua kata ini menjadi dia saja, tetapi kadang-kadang harus menggantinya dengan nama tokoh agar rujukannya menjadi jelas. Agar terjemahan tidak terlalu sering mengulang nama, kita bisa juga memanfaatkan kata lain untuk menggantikan rujukan, misalnya:

* Identitas tokoh: gadis itu, si orang tua, kedua orang itu
* Pekerjaan tokoh: sang raja, si pengacara, pencuri itu
* Hubungan antara tokoh: suaminya, anaknya, atasannya, temannya

Kita tidak perlu khawatir bahwa kita tidak mengikuti perujukan dalam bahasa Inggris secara persis. Toh seperti kata teori, setiap bahasa memiliki pola perujukannya masing-masing. Yang penting adalah terjemahan yang dihasilkan jelas dan enak dibaca.

Contoh:
After her father’s death, Mosca‘s eyes had at least earned her a roof over her head. Her uncle, the older brother of her dead mother, was glad to have someone to take care of his accounts and letters. His niece was useful but not trusted, and every night he locked her in the mill with the account book to keep her out of trouble. This evening he had turned the key upon her as usual, without knowing that he was doing so for the very last time. He was now snoring like an accordion amid sweet dreams of grist and fine grain, with no inkling that his niece was loose yet again and embarked upon a desperate mission.

Setelah kematian ayahnya, setidaknya Mosca memperoleh tempat menumpang hidup berkat matanya itu. Pamannya, kakak mendiang ibunya, senang ada yang mampu menangani pembukuan dan surat-menyurat untuknya. Ia menganggap keponakannya itu bermanfaat, tetapi tak boleh dipercaya. Maka, setiap malam ia mengurung Mosca di penggilingan bersama buku pembukuan agar anak itu tidak menimbulkan masalah. Malam ini ia mengunci pintu dan mengurung keponakannya seperti biasa, tanpa mengetahui bahwa itulah terakhir kali ia melakukan itu. Kini ia sedang mendengkur bak akordeon sambil bermimpi indah tentang bulir halus dan serbuk gilingan, tak tahu-menahu bahwa anak itu lagi-lagi berkeliaran dan tengah mengemban sebuah misi nekat.

they yang bukan mereka

3 Sep

Untuk mengungkapkan suatu pernyataan yang umum, dulu bahasa Inggris menggunakan kata he untuk mewakili laki-laki maupun perempuan.

* A student should hang his labcoat at the designated place.

Namun, kaum perempuan menganggap penggunaan he ini seksis, sehingga muncul istilah he/she dan his/her.

* A student should hang his/her labcoat at the designated place.

Karena istilah ini canggung dan tidak sedap dipandang, banyak orang akhirnya memilih menggunakan pernyataan dengan kata benda jamak.

* Students should hang their labcoats at the designated place.

Namun, kadang they digunakan meskipun orang yang dirujuk sebenarnya tunggal.

* If a teacher finds that a student hangs their labcoat at another place, the teacher should reprimand them.

Jadi, saat ini penerjemah harus berhati-hati saat melihat kata they dan variasinya, karena belum tentu bermakna jamak, terutama dalam kalimat pernyataan umum. Untunglah kata ganti orang dalam bahasa Indonesia tidak mengenal gender, sehingga tidak perlu pusing membuat kalimat yang tidak seksis. Saya sendiri lebih memilih kalimat berkata benda tunggal dalam menyusun kalimat Indonesianya, bagaimana pun bentuk kalimat Inggrisnya.

* Murid harus menggantung jas labnya di tempat yang ditentukan.

Kalimat dengan kata benda jamak hanya menghamburkan kata. Apa lagi, jika kalimatnya  panjang atau berderet beberapa sekaligus, pengulangan kata mereka akan terasa canggung. Kata dia dan partikel -nya lebih singkat dan meningkatkan keterbacaan.

* Murid(-murid) harus menggantung jas lab mereka di tempat yang ditentukan.

brothers and sisters

18 Des

Penggambaran hubungan saudara kandung dalam bahasa Inggris dan Indonesia berbeda. Dalam bahasa Inggris, kata yang paling sering digunakan adalah brother dan sister, yang secara otomatis membedakan jenis kelamin. Jika usia perlu dibedakan, barulah ditambahkan kata older, younger, big, little, dan sebagainya. Sebaliknya, dalam bahasa Indonesia, kata yang paling sering digunakan adalah kakak dan adik, yang secara otomatis membedakan usia, dan baru ditambahkan lelaki atau perempuan jika jenis kelamin perlu dibedakan.

Secara maknawi, tidaklah keliru jika brother diterjemahkan menjadi saudara lelaki atau saudara, dan sister menjadi saudara perempuan atau saudari. Namun, penerjemahan seperti ini menimbulkan pergeseran penekanan, dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Kata yang tadinya digunakan secara wajar dalam bahasa sumber tanpa penekanan apa-apa, memperoleh penekanan jenis kelamin dalam bahasa sasaran. Selain itu, kewajarannya pun hilang.

Misalnya, seseorang bertanya kepada rekannya, siapa perempuan yang menjemputnya sepulang kerja kemarin. Yang ditanya menjawab, “That was my sister.” Kalimat ini bisa saja diterjemahkan, “Dia saudara perempuanku.” Namun, dalam percakapan bahasa Indonesia sehari-hari, tentu lebih wajar jika dia menjawab, “Dia adikku” atau “Dia kakakku.”

Dengan demikian, aku sendiri lebih suka menerjemahkan brother dan sister dengan kakak dan adik, dengan melihat konteks untuk mengetahui perbedaan usia orang-orang yang dirujuk dalam tulisan.

Contoh lain yang terkait:

  • Kalimat asal: How many brothers and sisters do you have?
  • Alternatif terjemahan: Kamu punya berapa kakak dan adik? Kamu berapa bersaudara? Kamu anak keberapa dari berapa bersaudara?