Arsip | Alih budaya RSS feed for this section

Menerjemahkan “Ever”

13 Apr

Ladies with nice houses have beautifully useless towels for no one to use. Ever.

“Ever” paling sering diucapkan dan kedengarannya enak/mudah saja dilontarkan dalam percakapan lisan. Setidaknya di film. Saya terjemahkan begini:

Wanita-wanita yang tinggal di rumah bagus punya handuk indah pajangan yang tidak boleh digunakan siapa pun. Titik.

“Useless” tadinya saya terjemahkan “tak berguna”,  tetapi saya ubah karena ada dua kata “use”.

buried myself under my covers

14 Okt

A: I buried myself under my covers to die. 

T: Aku mengubur diriku di bawah selimutku untuk mati.

E: Kubenamkan diri di bawah selimut menanti maut.

Catatan: Kadang, diksi perlu lebih dipertajam untuk memperkuat suasana emosional dalam cerita.

dissolved

14 Okt

A: My pleasure at having a nice evening with my parents dissolved

T: Kebahagiaanku karena telah menjalani petang yang menyenangkan bersama orang tuaku larut.

E: Kebahagiaanku karena telah menjalani petang yang menyenangkan bersama orangtuaku buyar.

Is there someone you like me to call?

12 Jun

Konteksnya di rumah sakit. Misalnya ketika anggota keluarga tengah dioperasi atau mengalami kecelakaan berat. Biasanya pertanyaan ini diajukan staf rumah sakit (dokter, perawat, dan lainnya) kepada keluarga pasien yang menunggui dan tampak terguncang.

Sama dengan How did he die?, kalimat ini relatif sukar diterjemahkan karena bukan budaya kita. Setidaknya, sependek pengalaman saya terkait perawatan di rumah sakit dan ke IGD, belum pernah ada yang bertanya atau menawarkan menghubungi keluarga atau kerabat selagi saya sendiri bingung harus berbuat apa. Seingat saya, lebih sering ditanya, “Ibu tinggal di mana?”

Jika menemukan kalimat semacam ini, dapat kita terjemahkan, “Ada yang bisa saya bantu hubungi?” atau “Ada yang perlu saya hubungi?”

 

heat

1 Des
  • Teks asli: The Norwegian city of Drammen is heated almost entirely by water from the local fjord.
  • Terjemahan awal: Kota Drammen di Norwegia dipanaskan hampir seluruhnya dengan menggunakan air dari fyord setempat.
  • Suntingan: Pemanasan ruangan dan air di kota Drammen di Norwegia hampir seluruhnya dilakukan dengan menggunakan air dari fyord setempat.

Catatan: Karena di Indonesia kita tidak pernah memanaskan ruangan, kalimat terjemahan awal bisa jadi membingungkan sebagian pembaca. Maka, terjemahan disunting untuk memperjelas maksud “heating” dalam kalimat tersebut.

foreign language

9 Jul

Kalimat sumber

Sometimes you speak a foreign language

Ungkapan ini sama dengan “it’s all Greek to me“, yang artinya “tak bisa dimengerti”.

Terjemahan

Terkadang kau bicara bahasa asing

Karena suasananya “gaul” dan konteks cerita penuh bahasa slang antara dua orang muda yang akrab, saya sunting sbb:

Terkadang kau bicara bahasa planet

Konversi dan kewajaran

4 Jun

Dalam artikel sebelumnya, kita membicarakan konversi satuan dalam penerjemahan. Sekarang, mari kita bahas cara menuliskan satuan yang telah dikonversi tersebut dalam terjemahan.

Misalkan saja, kita bertemu dengan ukuran 6 feet dalam naskah. Kalau dikonversikan, ukuran ini menjadi 1,8288 m atau 182,88 cm. Namun, kita tidak bisa langsung memasukkan angka ini ke dalam terjemahan, tetapi harus mempertimbangkan kewajaran dalam bahasa Indonesia dalam konteks terkait.

  • Dalam hal tinggi badan sendiri, kita bisa mencantumkan 183 cm. Kita di Indonesia terbiasa menyebutkan tinggi badan sampai dengan satuan sentimeter. Misalnya, saya tahu tinggi badan saya 162 cm dan suami saya 168 cm.
  • Tetapi, seandainya konteksnya adalah saksi kejahatan yang hanya memperkirakan tinggi si penjahat kepada polisi, tentunya dia tidak mungkin bisa memperkirakan sampai satuan sentimeter hanya dari melihat sekilas. Dalam konteks ini, lebih tepat kita mencantumkan 180 cm.
  • Jika yang dibahas adalah lebar ruangan di sebuah rumah atau kamar sel di penjara, kita bisa menggunakan 1,8 m.
  • Barangkali tokoh dalam cerita sedang berada di pinggir sungai dan melihat buaya di air. Saat bercerita kepada temannya, dia bisa menyebutkan bahwa hewan itu panjangnya hampir dua meter.
  • Tetapi, kalau ada ilmuwan yang menangkap buaya dan mengukurnya untuk keperluan penelitian, kita bisa memakai ukuran 183 cm.

Jadi, sekali lagi, lihat konteksnya, cari cara mengungkapkannya yang wajar dalam bahasa Indonesia, lalu sesuaikan hasil konversi dengan itu.

Logika dan konversi

25 Mar

Saya pernah membaca terjemahan novel sebagai berikut:

  • I was 105 pounds when we conceived him, and my baby tipped the scale of 9.6 pounds.
  • Beratku 105 kilogram saat aku mengandungnya dan berat bayiku 9,6 kilogram.

Penerjemah ini rupanya belum mengerti tentang konversi, sehingga ia langsung mengubah pounds menjadi kilogram tanpa menyesuaikan angkanya. Seandainya belum tahu tentang konversi, pada waktu membaca ulang terjemahannya, penerjemah seyogianya menggunakan logikanya:

  • Mungkinkah seorang wanita yang mengandung beratnya bisa sampai 105 kilogram? Mungkin bisa, tapi…. wow.
  • Mungkinkah bayi yang baru dilahirkan beratnya bisa sampai 9,6 kilogram?

Dengan sedikit riset di Google, akan diketahui bahwa:

  • Bayi yang baru lahir itu beratnya sekitar 3,4 kg.(7 ½ lbs), dan berkisar 2,7–4,6 kg (5,5–10 pound)
  • Memang ada bayi-bayi raksasa yang beratnya mencapai 9-10 kilogram, tetapi itu sangat jarang. Dalam novel ini, bayi tersebut normal, meskipun lumayan besar untuk ukuran bayi.
Dari Google:
  • 1 pound = 0,45 kilogram; jadi 105 pounds = kira-kira 47,5;
  • 9,6  pound = kira-kira 4,3 kilogram.
Terjemahan yang diusulkan:
  • Beratku 47,5 kilogram saat aku mulai mengandungnya, dan saat ditimbang berat bayiku 4,3 kilogram.
Contoh lain:
  • He was a towering specimen, fully six feet tall and barrel-chested.
  • Pria itu sosok yang menjulang tinggi, setinggi enam meter dan berdada kekar.
Pertanyaan: Adakah seorang pria yang tingginya enam meter?

Menurut Google: 1 foot = 30,48 cm. —> 6 feet = 6 x 30,48 cm = 182.88 cm;
Atau kalau dalam novel, angkanya tidak perlu tepat, sehingga 6 feet = kira-kira 180 sentimeter, atau lebih dari 180 sentimeter.

Terjemahan yang diusulkan:

  • Pria itu jangkung, lebih dari 180 sentimeter tingginya, dan berdada kekar.
Cara untuk melakukan konversi mudah sekali. Kita tinggal mengetikkan bilangan dengan satuannya di google, diikuti = (sama dengan), dan pilihan konversi akan muncul sendiri.
Misalnya:
  • 105 pounds =
  • 6 feet =

noon, midnight

6 Feb

Kata noon dan midnight tentunya mudah diterjemahkan, menjadi tengah hari dan tengah malam. Mungkinkah ada cara lain untuk menerjemahkan kedua kata ini? Dalam konteks seperti apa terjemahannya dapat berubah?

Nah, saya pernah menemukan kedua kata ini dalam antarmuka pengguna sebuah situs web, tepatnya dalam daftar waktu yang dapat dipilih oleh pengguna situs. Daftar ini berisi waktu dari 1:00 a.m. sampai 11:00 a.m., juga 1:00 p.m. sampai 11:00 p.m. Dalam daftar yang berisi angka ini, tahu-tahu saja terselip dua kata ini.

Memang, dalam notasi 12 jam, kedua waktu ini bisa membingungkan. Pada siang hari, apakah jam 12 semestinya ditandai a.m. (ante meridiem, sebelum tengah hari) atau p.m. (post meridiem, setelah tengah hari)? Menurut logika, mestinya 12 p.m., karena semenit kemudian pun waktu sudah melewati tengah hari dan dilambangkan menjadi 12:01 pm. Namun, sejam kemudian, waktu menjadi 1.00 p.m. Terjadi lompatan dari jam 12 p.m. menjadi 1 p.m., angkanya tidak berurutan. Maka, untuk menghindari kebingungan, kedua waktu ini disebut sebagai noon dan midnight.

Kita di Indonesia menggunakan notasi 24 jam, jadi tidak pernah kesulitan membedakan waktu tengah hari dan tengah malam. Kita menyebut yang satu sebagai pukul 12.00, dan satu lagi sebagai pukul 00.00 atau 24.00. Nah, dalam konteks menerjemahkan daftar waktu seperti yang saya temui, kita tidak perlu ikut-ikutan menggunakan tengah hari dan tengah malam. Kita terjemahkan saja menjadi jam angka yang memang sudah biasa kita gunakan. Dengan demikian, daftar waktu dalam bahasa Indonesia akan menjadi daftar angka yang mulus dari 00.00, 01.00 … 11.00, 12.00, 13.00 … 23.00.

‘Anda-saya’ atau ‘Kau-aku’?

24 Agu

Salah satu kritik yang saya peroleh dalam penerjemahan Pollyanna adalah penggunaan sapaan Anda pada Bibi Polly, alias Miss Polly. Menurut pembaca, itu menampakkan kekakuan dan Pollyanna terkesan takut pada bibinya sendiri. Sebenarnya yang saya coba kemukakan adalah adanya jarak antara mereka berdua, sebab sungguhpun Miss Polly adalah bibi kandung Pollyanna, mereka sudah lama tidak bertemu dan Miss Polly tidak begitu senang menerima kehadiran gadis cilik itu di rumahnya.

Penyebab lain adalah ingatan saya pada buku-buku bacaan tahun 80-an, antara lain Seri Petualangan Enid Blyton. Karakter ibu kandung Philip dan Dinah, juga ibu angkat Jack dan Lucy-Ann, bernama Polly. Penerjemah menggunakan sapaan ‘Anda’ ketika Jack dan Lucy-Ann menyapa ‘Bibi Polly’ dalam dialog.

Baiklah, ini catatan bagi saya karena zaman sudah bergeser. Menilik film-film saja misalnya, menyapa orang yang lebih tua dalam konteks kekeluargaan dan persahabatan [atau hubungan kerja sekalipun] telah lazim dengan ‘Kau-aku’.

Ini tidak menjadikan proses alih budaya lebih mudah. Cukup sering saya harus meneliti profil seorang karakter yang tampil. Apabila ia digambarkan sangat santun, misalnya, maka ‘Anda-saya’ harus diterapkan. Belum lagi pengaruh hirarki, sebagai contoh seorang pelayan kepada majikannya. Sebaliknya, sang majikan boleh ber-‘Kau-aku’ kepada pelayan tersebut. Lain halnya apabila majikan ini sangat akrab dengan pelayannya, katakanlah seperti Nancy dan Pollyanna. Toh, kebingungan timbul kembali karena Nancy tetap memanggil nona kecilnya “Miss Pollyanna”. Sudah barang tentu, aturan kesopanan ditambah keharusan yang ditekankan Miss Polly yang menjadi musababnya.

Genre klasik, yang khas dengan aroma adat-istiadat lama dan aristokrasi pada beberapa karakternya, mengukuhkan pemakaian ‘Anda-saya’ tadi. Ini wajib diaplikasikan saat seseorang baru pertama kali bertemu dengan lawan bicaranya, sebut saja ketika berpapasan di jalan dan menanyakan arah. Meskipun kemudian Pollyanna sangat dekat dengan Mr. Pendleton, tetangganya, ia menggunakan ‘Anda-aku’ dalam percakapan sebab berhadapan dengan orang yang lebih tua.