Arsip | Naturalisasi RSS feed for this section

never met an early morning willingly

19 Okt

A: He wore a dazed expression, probably because he’d never
met an early morning willingly.

T: Ia menampakkan ekspresi bingung, mungkin karena tidak pernah suka memulai hari begitu awal.

E: Ia menampakkan ekspresi bingung, mungkin karena tidak pernah suka beraktivitas sepagi itu.

it was that there are some

17 Okt

A: If he had learned anything in his life, it was that there are some who thrive on loneliness and take strength from it.

T: Jika ia belajar sesuatu dari hidupnya, hal itu adalah, ada beberapa orang yang tumbuh dalam kesendirian dan mengambil kekuatan darinya.

E: Yang dia pelajari dari hidupnya, ada orang tertentu yang tumbuh dalam kesendirian dan menjadi kuat karenanya. 

It might be missed

17 Okt

A: I took this one when they rode behind a hill. It might be missed, I do not know.

T: Aku mencuri seekor saat mereka berkuda ke belakang bukit. Mungkin mereka sudah menyadari kehilangannya, aku tak bisa memastikan.

E: Aku mencuri seekor saat mereka berkuda ke belakang bukit. Mungkin mereka sadar ada yang hilang, aku tak bisa memastikan.

a communion of the wrongs

14 Okt

A: As I laid each one on my tongue it was like a communion of the wrongs I felt were done against me. Never smart enough, never pretty enough, never athletic enough—never, ever enough.

T: Saat aku meletakkan setiap pil di lidahku, itu seperti komuni dari kejahatan yang kurasa dilakukan padaku. Tak pernah cukup pandai, tak pernah cukup cantik, tak pernah cukup atletis—tak pernah, tak akan pernah cukup.

E: Tiap kutaruh satu pil di lidah, seperti simbol ketidakadilan yang kujalani. Kurang pandai, kurang cantik, kurang atletis—selalu, selalu kurang.

I didn’t see any letters

14 Okt

A: “I didn’t see any letters. I didn’t get any phone calls. Did you?” she asked my father, and he shook his head wearily.

T:  “Saya tak melihat ada surat. Saya tak mendapatkan panggilan telepon. Apakah kau menerimanya?” tanyanya pada ayahku, dan ia menggeleng dengan lelah.

E:  “Saya tidak terima surat. Saya tidak terima telepon. Kau?” tanyanya pada Dad, dan dia menggeleng lelah.

how I was there

13 Okt

A: I wanted to tell him how I was there

T: Aku ingin memberitahunya bagaimana aku ada di sana

E: Aku ingin menceritakan kehadiranku

breathe in the imprint of her scent

13 Okt

A: I made the mistake of going into her bedroom and lying on her bed, wrapping myself in her comforter and pressing her pillow against my face so I could breathe in the imprint of her scent.

T: Aku berbuat salah dengan pergi ke kamarnya dan berbaring di tempat tidurnya, menyelubungi diri dengan selimutnya, lalu menekan bantalnya di wajah agar bisa mencium jejak baunya.

E: Aku berbuat salah dengan pergi ke kamarnya dan berbaring di tempat tidurnya, menyelubungi diri dengan selimutnya, lalu menekan bantalnya di wajah untuk mencium jejak aromanya.