Tag Archives: brother

to have a proper brother

2 Jul

Kalimat sumber

She realised with a shock that it must be like that to have a proper brother.

 

Terjemahan awal

Ia sadar sekaligus terguncang bahwa seperti itulah rasanya bersaudara.

Alternatif lain

Ia terguncang menyadari bahwa seperti itulah rasanya bersaudara.

Menerjemahkan to have a proper brother menjadi bersaudara barangkali terlalu “berani” dan “bebas”, namun saya memutuskan demikian berdasarkan konteks cerita bahwa Georgia (si tokoh ia) memiliki abang tiri yang culas. Ketika berteman akrab dengan pemuda yang lebih tua darinya, dan mungkin sebaya abang tirinya itu, Georgia berpikir, begitulah mestinya hubungan antarsaudara. Tidak hanya kakak lelaki.

Hanya saja setelah saya baca ulang, barangkali maksud penulis memang “kakak lelaki” sehingga ia membandingkan si abang tiri dan teman lelaki Georgia.

Karena itu, terjemahan finalnya:

Ia sadar sekaligus terguncang bahwa seperti itulah rasanya punya abang.

brothers and sisters

18 Des

Penggambaran hubungan saudara kandung dalam bahasa Inggris dan Indonesia berbeda. Dalam bahasa Inggris, kata yang paling sering digunakan adalah brother dan sister, yang secara otomatis membedakan jenis kelamin. Jika usia perlu dibedakan, barulah ditambahkan kata older, younger, big, little, dan sebagainya. Sebaliknya, dalam bahasa Indonesia, kata yang paling sering digunakan adalah kakak dan adik, yang secara otomatis membedakan usia, dan baru ditambahkan lelaki atau perempuan jika jenis kelamin perlu dibedakan.

Secara maknawi, tidaklah keliru jika brother diterjemahkan menjadi saudara lelaki atau saudara, dan sister menjadi saudara perempuan atau saudari. Namun, penerjemahan seperti ini menimbulkan pergeseran penekanan, dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Kata yang tadinya digunakan secara wajar dalam bahasa sumber tanpa penekanan apa-apa, memperoleh penekanan jenis kelamin dalam bahasa sasaran. Selain itu, kewajarannya pun hilang.

Misalnya, seseorang bertanya kepada rekannya, siapa perempuan yang menjemputnya sepulang kerja kemarin. Yang ditanya menjawab, “That was my sister.” Kalimat ini bisa saja diterjemahkan, “Dia saudara perempuanku.” Namun, dalam percakapan bahasa Indonesia sehari-hari, tentu lebih wajar jika dia menjawab, “Dia adikku” atau “Dia kakakku.”

Dengan demikian, aku sendiri lebih suka menerjemahkan brother dan sister dengan kakak dan adik, dengan melihat konteks untuk mengetahui perbedaan usia orang-orang yang dirujuk dalam tulisan.

Contoh lain yang terkait:

  • Kalimat asal: How many brothers and sisters do you have?
  • Alternatif terjemahan: Kamu punya berapa kakak dan adik? Kamu berapa bersaudara? Kamu anak keberapa dari berapa bersaudara?