Tag Archives: derajat

Konversi

9 Agu

Saat menerjemahkan, mau tidak mau aku akan bertemu dengan istilah ukuran yang perlu diubah sesuai dengan kebiasaan Indonesia. Dalam ukuran Amerika kita biasa bertemu dengan mile, feet, inch, pound dan sebagainya. Dalam ukuran Inggris kita bisa bertemu dengan yang lebih tidak familier seperti stone, yard, cup dan lain-lain.

Sebagian besar ponsel sudah memiliki program konversi, tapi jika tidak, ada online conversion cukup lengkap pada situs ini:

http://www.onlineconversion.com/

Sekarang, bagaimana menentukan mana yang perlu diubah dan mana yang tidak? Dan sejauh apa?

Untuk buku anak-anak dan beberapa narasi yang memerlukan bayangan pembaca tentang jarak, berat, dan sebagainya, aku biasa mengonversinya ke istilah yang lebih Indonesia. Misalnya, mile menjadi kilometer, feet menjadi meter, pound menjadi kilogram, dan lain-lain. Begitu pula dengan ukuran suhu, yang biasanya memakai Fahrenheit, perlu diubah menjadi Celcius agar pembaca bisa membayangkan seperti apa suhu yang sedang dibicarakan. Tidak mungkin aku membiarkan dialog ini tanpa dikonversi:

“It’s a hundred degrees out there!”

Bisa-bisa pembaca menyangka cuaca di luar sama dengan titik didih air dalam Celcius (yang pastinya tidak mungkin bisa ditinggali manusia).

Mengubah ukurannya sendiri sangat mudah, tinggal meng-klik mouse, dan terpampanglah ukuran yang kita inginkan. Tapi sejauh apa aku mengonversinya? Aku pernah membaca buku terjemahan dengan kalimat kira-kira sebagai berikut:

“Jarak ke sana sejauh 32,187 kilometer.”

Huh?

Pernahkah kita menjawab pertanyaan, “Butuh berapa meter tali?” dengan “Satu koma delapan tiga meter”? Bisa-bisa kita disuruh mengukurnya sendiri dengan penggaris atau meteran.

20 mil akan kukonversi menjadi 30 kilometer. 32 kilometer pun rasanya tidak lazim diucapkan seseorang yang mengira-ngira jarak (kecuali terdapat papan tanda yang menunjukkan sebuah lokasi persis 32 kilometer ke depan).  Tidak lupa kutambahkan dengan kata “kira-kira”, kecuali kalau disebutkan persis 20 mil, bisalah kuganti menjadi 32 kilometer.

6 kaki akan kuganti menjadi 2 meter, kecuali jika memang ada penjelasan bahwa sesuatu sedang diukur dan hasilnya persis 6 kaki, maka 1,8 meter bisa digunakan. Begitu pula dengan ukuran suhu. Tapi untuk tinggi badan, tentunya lebih baik diubah dengan tepat. Tidak aneh jika kita mengucapkan, “Dia jangkung, tingginya 179 senti!”

Tapi pengecualian dalam kasus ukuran mile, ada beberapa yang sebenarnya tidak terlalu perlu dikonversi. Cukup menggunakan mil, maka pembaca sudah bisa membayangkan. Ini jika ukuran mil tidak terlalu berpengaruh pada cerita dan pada bayangan pembaca tentang situasi yang dinarasikan. “Jaraknya seratus mil!” pastinya sudah terbayang betapa jauhnya tanpa perlu mengubahnya menjadi “Jaraknya seratus enam puluh kilometer!”

Pembaca tidak akan mau dipusingkan dengan ukuran sampai desimal terkecil. Membayangkannya pun bakal sulit. Maka aku selalu membulatkan angka ke bawah atau ke atas, tergantung sampai sejauh apa desimal yang tertera. Apalagi untuk dialog, ukuran yang dibulatkan akan tampak lebih luwes daripada membaca seorang tokoh mengucapkan “32,187 kilometer”. Aku tidak menerjemahkan buku fisika atau matematika, bukan?

Iklan